Komandan Senior Garda Revolusi Iran Meninggal karena Corona

Sabtu, 14 Maret 2020 - 03:05 WIB
Komandan Senior Garda...
Komandan Senior Garda Revolusi Iran Meninggal karena Corona
A A A
TEHERAN - Nasser Shabani, seorang komandan senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, telah meninggal setelah terinfeksi virus corona baru, COVID-19.

Juru bicara IRGC Ramezn Sharif mengonfirmasi kematian Shabani pada hari Jumat. Menurutnya, setidaknya sudah lima anggota IRGC lainnya yang meninggal karena COVID-19.

Setidaknya 13 tokoh rezim Iran telah meninggal karena virus tersebut dan 11 lainnya terinfeksi sejak awal virus mewabah di Republik Islam Iran.

Hingga Jumat malam, ada 11.364 kasus infeksi COVID-19 di Iran yang resmi dilaporkan otoritas kesehatan setempat. Wabah itu telah menewaskan 514 orang.

Shabani dikenal sebagai komandan senior IRGC yang bicara blakblakan. Dalam pengakuan yang tidak biasa pada Agustus 2018, dia pernah secara eksplisit mengatakan bahwa milisi Houthi Yaman melaksanakan perintah Iran dengan menyerang dua kapal tanker Arab Saudi di Selat Bab al-Mandeb.

"Kami mengatakan pada Yaman untuk menyerang dua kapal tanker Saudi, dan mereka menyerang," kata Shabani pada saat tu.

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menduga COVID-19 yang mewabah di negaranya merupakan senjata biologis. Dugaan itu menggemakan argumen beberapa tokoh Teheran sebelumnya, termasuk kepala IRGC Mayor Jenderal Hossein Salami dan mantan presiden Mahmoud Ahmadinejad yang menyimpulkan wabah itu sebagai serangan biologis.

Khamenei dilaporkan telah menunjuk Presiden Hassan Rouhani untuk memimpin perang melawan virus corona dan menyerukan Angkatan Bersenjata negara tersebut untuk membantu mengatasi epidemi.

Mengutip laporan Radio Farda, Sabtu (14/3/2020), dalam sebuah dekrit kepada Ketua Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mohammad Baqeri, Khamenei menekankan pentingnya untuk membentuk markas kesehatan dan perawatan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dari COVID-19 yang sudah menewaskan lebih dari 5.000 orang di seluruh dunia.

"(Pembentukan 'Markas Kesehatan dan Perawatan' oleh militer) juga dapat dianggap sebagai latihan pertahanan biologis dan menambah kedaulatan dan kekuasaan nasional kita dengan bukti yang menunjukkan kemungkinan (wabah ini) merupakan serangan biologis," kata Khamenei.
(mas)
Berita Terkait
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Zombie Angelina Jolie...
'Zombie Angelina Jolie' Iran Terinfeksi Virus Corona di Penjara
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Terungkap, China Sempat...
Terungkap, China Sempat Tunda Rilis Informasi Virus Corona
Berita Terkini
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
55 menit yang lalu
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
2 jam yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
6 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
6 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
7 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
8 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved