Virus Corona Sudah Bunuh 3.008 Orang di Dunia hingga Pagi Ini

Senin, 02 Maret 2020 - 07:18 WIB
Virus Corona Sudah Bunuh...
Virus Corona Sudah Bunuh 3.008 Orang di Dunia hingga Pagi Ini
A A A
JAKARTA - Wabah virus Corona jenis baru, Covid-19 , sudah membunuh 3.008 orang secara global hingga pagi ini (2/3/2020). Jumlah korban meninggal terbanyak di China yang mencapai 2.870 orang, disusul Iran sebanyak 54 orang dan Italia 34 orang.

Berikut data korban meninggal akibat Covid-19 yang dikutip SINDOnews.com dari situs pelaporan online worldometers.info:

China: 2.870 orang
Kapal pesiar Diamond Princes: 7 orang (termasuk 1 korban meninggal terbaru)
Korea Selatan: 21 orang (termasuk 4 korban meninggal terbaru)
Jepang: 6 orang (termasuk 1 korban meninggal terbaru)
Hong Kong: 2 orang
Italia: 41 orang (termasuk 12 korban meninggal terbaru)Iran: 54 orang (termasuk 11 korban meninggal terbaru)Taiwan: 1 orang
Prancis: 2 orang
Filipina: 1 orang
Amerika Serikat: 1 orang
Australia: 1 orang
Thailand: 1 orang

Jumlah kasus infeksi Covid-19 secara global sebanyak 83.377 dengan jumlah terbanyak di China 79.828 kasus. Di Korea Selatan terdapat 3.736 kasus, Italia 1.694 kasus, Iran 978 kasus, kapal pesiar Diamond Princess 705 kasus, Jepang 256 kasus, Prancis 130 kasus, Jerman 130 kasus, Singapura 106 kasus, Hong Kong 100 kasus, Spanyol 84 kasus, Amerika Serikat 74 kasus dan banyak negara dengan jumlah kasus yang bervariasi. (Baca: Mirip China, Orang-orang Iran Diduga Korban Corona Ambruk di Jalan-jalan )

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendesak semua negara untuk mempersiapkan diri merawat pasien yang sakit parah akibat Covid-19 dengan menimbun ventilator. Badan kesehatan PBB itu menekankan dalam laporan situasi terbarunya tentang Covid-19 bahwa terapi oksigen adalah intervensi perawatan utama untuk pasien dengan Covid-19 yang parah.

"Semua negara harus bekerja untuk mengoptimalkan ketersediaan oksimeter denyut dan sistem oksigen medis," kata WHO dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip AFP.

WHO mencatat bahwa virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China, itu rata-rata menyerang orang-orang berusia di atas 60 tahun dan orang-orang yang sudah melemah oleh penyakit lain.

WHO memperingatkan bahwa kematian di antara mereka yang menderita penyakit kritis telah dilaporkan lebih dari 50 persen."Intervensi perawatan kritis yang cepat seperti ventilasi pelindung paru harus dioptimalkan," kata WHO.
(mas)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
5 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
7 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
8 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
9 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
10 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
11 jam yang lalu
Infografis
Di Mana Perang Dunia...
Di Mana Perang Dunia III akan Terjadi? Ini Titik Geopolitik Terpanas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved