Kunjungi Kabul, Menlu RI Tegaskan Dukung Proses Perdamaian di Afghanistan
Minggu, 01 Maret 2020 - 22:07 WIB
Kunjungi Kabul, Menlu RI Tegaskan Dukung Proses Perdamaian di Afghanistan
A
A
A
KABUL - Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi melakukan kunjungan ke Ibu Kota, Afghanistan, Kabul setelah menghadiri penandatangan perjanjian damai Amerika Serikat (AS) dan Taliban di Doha, Qatar. Dalam kunjunganya ke Kabul, Retno tegaskan dukungan Indonesia terhadap proses perdamaian di Afghanistan.
“Indonesia akan selalu bersama rakyat Afghanistan untuk mencapai perdamaian yang lestari," ucap Retno saat bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Pejabat Sementara Menlu, Menteri Urusan Perempuan dan Menteri Kebudayaan dan Informasi, Menteri urusan Perdamaian, Penasehat Keamanan Nasional, Menteri Perdagangan dan Ibu Negara Afghanistan.
“Penandatangan perjanjian Amerika dan Taliban di Doha dan Deklarasi Bersama Pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat akan menjadi pembuka jalan bagi perdamaian yang lestari di Afghanistan. Diperlukan komitmen semua pihak untuk melanjutkan langkah awal ini, demi kepentingan rakyat Afghanistan," sambungnya, seperti dikutip Sindonews dari keterangan pers Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Minggu (1/3/2020).
Ghani, pada diliranya menyampaikan sampaikan apresiasi yang besar terhadap komitmen Indonesia khususnya Presiden Joko Widodo yang memberikan perhatian dan peran besar yang dimainkan Indonesia dalam mendorong perdamaian di Afghanistan. “Rakyat kami sudah lama memimpikan damai," ujar Ghani.
Dia selanjutnya menegaskan langkah lanjutan yang sangat penting yaitu Intra Afghan Dialogue. Dialogue tersebut harus inklusif dan melibatkan semua pihak di Afghanistan.
Retno dalam kunjungan ke Afghanistan turut meluncurkan Indonesia-Afghan Women’s Solidarity Network bersama dengan tokoh perempuan Indonesia. Ini adalah manifestasi bentuk nyata untuk memastikan partisipasi perempuan dalam masa depan Afghanistan.
Sementara itu, saat bertemu Ghani, Retno dianugerahi Bintang Kehormatan “Malalai”. "Ini adalah penghargaan atas kerja keras yang terus menerus, dalam memajukan kerja sama bilateral dan membangun rasa percaya antara Indonesia dan Afghanistan, membangun perdamaian di kawasan dan dunia, saya dengan hormat menganugerahkan Bintang Kehormatan “Malalai” kepada Menlu Retno Marsudi," ucap Ghani.
Bintang Penghargaan Malalai adalah salah satu bintang penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Afghanistan kepada tokoh Afghanistan maupun internasional yang telah memberikan kontribusi luar biasa kepada Afghanistan.
Nama Malalai sendiri diambil dari nama salah seorang Pahlawan Nasional Wanita Afghanistan, Malalai Ana, yang memimpin perjuangan rakyat Afghanistan melawan penjajahan Inggris di tahun 1880.
“Indonesia akan selalu bersama rakyat Afghanistan untuk mencapai perdamaian yang lestari," ucap Retno saat bertemu dengan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, Pejabat Sementara Menlu, Menteri Urusan Perempuan dan Menteri Kebudayaan dan Informasi, Menteri urusan Perdamaian, Penasehat Keamanan Nasional, Menteri Perdagangan dan Ibu Negara Afghanistan.
“Penandatangan perjanjian Amerika dan Taliban di Doha dan Deklarasi Bersama Pemerintah Afghanistan dan Amerika Serikat akan menjadi pembuka jalan bagi perdamaian yang lestari di Afghanistan. Diperlukan komitmen semua pihak untuk melanjutkan langkah awal ini, demi kepentingan rakyat Afghanistan," sambungnya, seperti dikutip Sindonews dari keterangan pers Kementerian Luar Negeri Indonesia pada Minggu (1/3/2020).
Ghani, pada diliranya menyampaikan sampaikan apresiasi yang besar terhadap komitmen Indonesia khususnya Presiden Joko Widodo yang memberikan perhatian dan peran besar yang dimainkan Indonesia dalam mendorong perdamaian di Afghanistan. “Rakyat kami sudah lama memimpikan damai," ujar Ghani.
Dia selanjutnya menegaskan langkah lanjutan yang sangat penting yaitu Intra Afghan Dialogue. Dialogue tersebut harus inklusif dan melibatkan semua pihak di Afghanistan.
Retno dalam kunjungan ke Afghanistan turut meluncurkan Indonesia-Afghan Women’s Solidarity Network bersama dengan tokoh perempuan Indonesia. Ini adalah manifestasi bentuk nyata untuk memastikan partisipasi perempuan dalam masa depan Afghanistan.
Sementara itu, saat bertemu Ghani, Retno dianugerahi Bintang Kehormatan “Malalai”. "Ini adalah penghargaan atas kerja keras yang terus menerus, dalam memajukan kerja sama bilateral dan membangun rasa percaya antara Indonesia dan Afghanistan, membangun perdamaian di kawasan dan dunia, saya dengan hormat menganugerahkan Bintang Kehormatan “Malalai” kepada Menlu Retno Marsudi," ucap Ghani.
Bintang Penghargaan Malalai adalah salah satu bintang penghargaan tertinggi yang diberikan oleh Pemerintah Afghanistan kepada tokoh Afghanistan maupun internasional yang telah memberikan kontribusi luar biasa kepada Afghanistan.
Nama Malalai sendiri diambil dari nama salah seorang Pahlawan Nasional Wanita Afghanistan, Malalai Ana, yang memimpin perjuangan rakyat Afghanistan melawan penjajahan Inggris di tahun 1880.
(esn)