Diyakini untuk Karantina Pasien Corona, Klinik di Iran Dibakar

Sabtu, 29 Februari 2020 - 14:50 WIB
Diyakini untuk Karantina...
Diyakini untuk Karantina Pasien Corona, Klinik di Iran Dibakar
A A A
BANDAR ABBAS - Sebuah klinik di Bandar Abbas, Iran, dibakar para warga setempat yang marah karena meyakini bahwa para pasien virus Corona baru, Covid-19, dari kota lain dikarantina di dalamnya.

Rumor yang menyebar dan percaya masyarakat setempat adalah 10 orang yang terinfeksi Covid-19 diangkut dari kota Qom—pusat wabah Covid-19 di Iran—ke Klinik Towhid.

Namun, kantor berita Fars pada Sabtu (29/2/2020), menyebut klaim orang-orang yang dipindahkan ke kota Bandar Abbas selatan sebagai rumor tidak berdasar. Rumor itu justru dipercaya para warga Bandar Abbas yang kemudian membakar klinik tersebut karena tidak ingin wilayah mereka terpapar virus.

Media itu, mengutip direktur hubungan masyarakat University of Hormozgan Medical Sciences; Fatima Norouzian, melaporkan bahwa klinik yang dibakar massa itu memiliki bangsal khusus untuk pasien virus Corona.

Norouzian menambahkan bahwa setiap rumor tentang pasien berada di klinik adalah bohong.

Jumlah kematian akibat wabah Covid-19 yang dilaporkan pemerintah Iran mencapai 34 orang dan 388 kasus infeksi. Namun, laporan BBC Persian menyebut jumlah kematian di negara itu sudah mencapai 210 orang. Laporan media itulah uang membuat pemerintah marah.

Pada hari Kamis, petinggi Qom Medical University mengatakan Iran dapat menggunakan rumah sakit lapangan di Qom karena rumah sakit telah mencapai kapasitas maksimum akibat wabah Covid-19 di kota suci bagi kaum Syiah tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Michael "Mike" Pompeo pada hari Jumat menyatakan keprihatinannya atas penyebaran virus Corona di Iran.

"Saya sangat prihatin dengan penyebaran virus Corona di Iran dan risiko kesehatan masyarakat terhadap orang-orang Iran dan tetangga mereka," kata Pompeo dalam sebuah tweet. "AS menawarkan bantuan kemanusiaan kami kepada orang-orang Iran untuk membantu kebutuhan yang tidak terpenuhi dalam upaya respons (pemerintah) mereka."
(mas)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Virus Corona di Italia...
Virus Corona di Italia Terus Menyebar
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
8 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
9 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
10 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
11 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
12 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
14 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved