Mahathir Mohamad Nyatakan Bersedia Jadi PM Malaysia Lagi
Sabtu, 29 Februari 2020 - 10:54 WIB
Mahathir Mohamad Nyatakan Bersedia Jadi PM Malaysia Lagi
A
A
A
KUALA LUMPUR - Mahathir Mohamad pada hari Sabtu (29/2/2020) menyatakan bersedia untuk menjadi kandidat Perdana Menteri (PM) Malaysia dari koalisi yang berkuasa, Pakatan Harapan. Kesediaan itu disampaikan kurang dari seminggu setelah dia mengundurkan diri sebagai PM di tengah kekacauan politik di negara tersebut.
"Saya sekarang yakin bahwa saya memiliki angka (jumlah) yang diperlukan untuk mendapatkan dukungan mayoritas," kata Mahathir dalam sebuah pernyataan.
Itu berarti bahwa Mahathir—yang merupakan pemimpin pemerintahan tertua di dunia pada usia 94 tahun—akan bersatu kembali dengan sekutu sekaligus saingan jangka panjangnya; Anwar Ibrahim, 72. Mereka melanjutkan pakta yang membuat koalisi Pakatan Harapan meraih kemenangan pemilu 2018.
"Pakatan Harapan menyatakan dukungan penuhnya terhadap Mahathir sebagai kandidat perdana menteri," bunyi pernyataan dari koalisi Pakatan Harapan yang dikutip SINDOnews.com.
Anwar juga mem-posting di media sosial pernyataan Pakatan Harapan. Dia menyatakan bahwa koalisi akan terus berjuang untuk prinsip-prinsipnya dalam pemerintahan.
Dengan demikian Mahathir telah memastikan kemungkinan dukungan yang dia butuhkan untuk kembali sebagai perdana menteri penuh waktu, kurang dari seminggu setelah dia mengundurkan diri dan diangkat sebagai perdana menteri sementara.
Masa depan politik Mahathir dan Anwar muncul dalam keraguan pada hari Jumat, di mana Anwar bersaing sebagai kandidat dari kubunya sendiri dan Mahathir menemukan sedikit dukungan untuk pemerintah persatuan yang akan memperkuat kekuatannya.
Sebuah aliansi baru juga telah dibentuk oleh mantan menteri dalam negeri; Muhyiddin Yassin, 72, yang mendapat dukungan dari partai pemerintah lama, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).
Partai itulah—yang ternoda oleh skandal korupsi—yang menyatukan Mahathir dan Anwar untuk mengusir kekuasaan Perdana Menteri Najib Razak pada 2018. Najib sendiri kini menghadapi dakwaan suap.
"Saya sekarang yakin bahwa saya memiliki angka (jumlah) yang diperlukan untuk mendapatkan dukungan mayoritas," kata Mahathir dalam sebuah pernyataan.
Itu berarti bahwa Mahathir—yang merupakan pemimpin pemerintahan tertua di dunia pada usia 94 tahun—akan bersatu kembali dengan sekutu sekaligus saingan jangka panjangnya; Anwar Ibrahim, 72. Mereka melanjutkan pakta yang membuat koalisi Pakatan Harapan meraih kemenangan pemilu 2018.
"Pakatan Harapan menyatakan dukungan penuhnya terhadap Mahathir sebagai kandidat perdana menteri," bunyi pernyataan dari koalisi Pakatan Harapan yang dikutip SINDOnews.com.
Anwar juga mem-posting di media sosial pernyataan Pakatan Harapan. Dia menyatakan bahwa koalisi akan terus berjuang untuk prinsip-prinsipnya dalam pemerintahan.
Dengan demikian Mahathir telah memastikan kemungkinan dukungan yang dia butuhkan untuk kembali sebagai perdana menteri penuh waktu, kurang dari seminggu setelah dia mengundurkan diri dan diangkat sebagai perdana menteri sementara.
Masa depan politik Mahathir dan Anwar muncul dalam keraguan pada hari Jumat, di mana Anwar bersaing sebagai kandidat dari kubunya sendiri dan Mahathir menemukan sedikit dukungan untuk pemerintah persatuan yang akan memperkuat kekuatannya.
Sebuah aliansi baru juga telah dibentuk oleh mantan menteri dalam negeri; Muhyiddin Yassin, 72, yang mendapat dukungan dari partai pemerintah lama, Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO).
Partai itulah—yang ternoda oleh skandal korupsi—yang menyatukan Mahathir dan Anwar untuk mengusir kekuasaan Perdana Menteri Najib Razak pada 2018. Najib sendiri kini menghadapi dakwaan suap.
(mas)