China Balas AS: Masjid di Xinjiang Lebih Banyak ketimbang di Amerika

Kamis, 27 Februari 2020 - 16:14 WIB
China Balas AS: Masjid...
China Balas AS: Masjid di Xinjiang Lebih Banyak ketimbang di Amerika
A A A
BEIJING - China tersinggung dengan tuduhan Amerika Serikat (AS) bahwa Beijing menindas para warga Muslim di Xinjiang. Beijing mendesak Washington berhenti mencampuri urusan dalam negeri China dengan dalih agama.

Desakan itu disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, pada hari Rabu untuk merespons tuduhan Sam Brownback—Duta AS untuk Kebebasan Beragama Internasional—perihal langkah-langkah China terhadap warga Muslim.

Diplomt Beijing itu membalas dengan membanggakan kebebasan beragama di Xinjiang yang lebih baik ketimbang di Amerika dengan mencontohkan perbandingan jumlah masjid.

"Orang-orang tertentu di Amerika Serikat telah berulang kali membuat tuduhan dan desas-desus sewenang-wenang, berusaha merusak kerukunan etnik China dan mencampuri urusan dalam negeri China dengan dalih kebebasan beragama," kata Zhao, seperti dikutip Xinhua, Kamis (27/2/2020). "Kami dengan tegas menentang itu," katanya lagi.

"Pemerintah China melindungi kebebasan warganya atas kepercayaan beragama dan orang-orang dari semua kelompok etnik di China menikmati kebebasan penuh keyakinan beragama sesuai dengan hukum," ujar Zhao.

Menurut Zhao, saat ini ada sekitar 24.400 masjid di Xinjiang, atau satu untuk setiap 530 Muslim. "Jumlah masjid di Amerika Serikat kurang dari sepersepuluh masjid di Xinjiang," ujarnya.

Menurut hasil jajak pendapat yang dirilis oleh Gallup dan Pew Research Center, kata Zhao, sekitar 42 persen orang Amerika mengatakan mereka sangat prihatin tentang relasi ras, dan 75 persen Muslim di AS percaya ada diskriminasi serius terhadap mereka.

"Saya menasihati duta besar yang bertanggung jawab atas urusan 'kebebasan beragama' ini untuk mendapatkan lebih banyak pengetahuan tentang kebenaran dan lebih menghormati orang lain, dan berhenti mencampuri urusan dalam negeri China dengan dalih agama," papar Zhao.
(mas)
Berita Terkait
Biden: China Akan Membayar...
Biden: China Akan Membayar Atas Pelanggaran HAM Muslim Uighur
China Dilaporkan Berlakukan...
China Dilaporkan Berlakukan Wajib Aborsi untuk Muslim Uighur
Warga Uighur di Pengasingan...
Warga Uighur di Pengasingan Minta ICC Selidiki 'Genosida' China di Xinjiang
Xi Jinping Temui Raja...
Xi Jinping Temui Raja Salman, Muslim Uighur Kecewa
Nowruz dan Identitas...
Nowruz dan Identitas Uighur: Tradisi yang Bertahan di Tengah Penindasan
Kunjungan Xi Jinping...
Kunjungan Xi Jinping ke Xinjiang Tuai Sorotan, Apa yang Terjadi?
Berita Terkini
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
21 menit yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
9 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
10 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
11 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
12 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
13 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved