Terkait Penyebaran Virus Corona, UE Belum Berencana Perketat Perbatasan ke Italia
Senin, 24 Februari 2020 - 17:44 WIB
Terkait Penyebaran Virus Corona, UE Belum Berencana Perketat Perbatasan ke Italia
A
A
A
BRUSSELS - Uni Eropa menyatakan, untuk saat ini pihaknya belum berencana untuk memperketat perbatasan dengan Italia guna mencegah penyebaran virus Corona baru, Covid-19. Italia adalah negara dengan penyebaran virus paling parah di wilayah UE, dengan empat orang telah meninggal dunia akibat terinfeksi Covid-19.
"Pada berbagai skenario, seperti penangguhan Schengen yang terkoordinasi, kami tidak akan membahasnya saat ini, tetapi kami sedang mengerjakan berbagai rencana darurat," kata komisaris manajemen krisis UE, Janez Lenarcic, seperti dilansir Reuters pada Senin (24/2/2020).
Sementara itu, Komisioner Kesehatan UE, Stella Kyriakides mengatakan, pembatasan perjalanan di wilayah Schengen harus proporsional dan terkoordinasi di antara negara-negara UE.
"Untuk saat ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum menyarankan untuk memberlakukan pembatasan perjalanan atau perdagangan. Perwakilan WHO akan pergi ke Italia pada Selasa untuk menilai situasi," ucapnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengumumkan larangan orang memasuki atau meninggalkan lokasi-lokasi yang dianggap "hotspot" penyebaran Covid-19.
"Di zona-zona yang dianggap sebagai hotspot, baik masuk atau keluar, tidak akan diizinkan tanpa izin khusus. Bisnis dan sekolah di daerah tersebut akan ditutup," kata Conte dalam sebuah pernyataan.
Conte memperingatkan bahwa tindakan pembatasan akan berlangsung selama beberapa minggu, sesuai dengan lamanya masa inkubasi virus. "Sekitar 50 ribu orang, yang sudah diminta untuk tinggal di rumah oleh otoritas setempat, akan terpengaruh," katanya.
"Pada berbagai skenario, seperti penangguhan Schengen yang terkoordinasi, kami tidak akan membahasnya saat ini, tetapi kami sedang mengerjakan berbagai rencana darurat," kata komisaris manajemen krisis UE, Janez Lenarcic, seperti dilansir Reuters pada Senin (24/2/2020).
Sementara itu, Komisioner Kesehatan UE, Stella Kyriakides mengatakan, pembatasan perjalanan di wilayah Schengen harus proporsional dan terkoordinasi di antara negara-negara UE.
"Untuk saat ini, Badan Kesehatan Dunia (WHO) belum menyarankan untuk memberlakukan pembatasan perjalanan atau perdagangan. Perwakilan WHO akan pergi ke Italia pada Selasa untuk menilai situasi," ucapnya.
Sebelumnya, Perdana Menteri Italia, Giuseppe Conte mengumumkan larangan orang memasuki atau meninggalkan lokasi-lokasi yang dianggap "hotspot" penyebaran Covid-19.
"Di zona-zona yang dianggap sebagai hotspot, baik masuk atau keluar, tidak akan diizinkan tanpa izin khusus. Bisnis dan sekolah di daerah tersebut akan ditutup," kata Conte dalam sebuah pernyataan.
Conte memperingatkan bahwa tindakan pembatasan akan berlangsung selama beberapa minggu, sesuai dengan lamanya masa inkubasi virus. "Sekitar 50 ribu orang, yang sudah diminta untuk tinggal di rumah oleh otoritas setempat, akan terpengaruh," katanya.
(esn)