AS Simulasikan Serangan Nuklir ke Rusia, Moskow Murka

loading...
AS Simulasikan Serangan Nuklir ke Rusia, Moskow Murka
AS Simulasikan Serangan Nuklir ke Rusia, Moskow Murka
MOSKOW -

Moskow mengecam upaya Washington untuk mensimulasikan serangan nuklir terbatas pada Rusia. Kecaman itu disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov.

Amerika Serikat (AS) melanjutkan serangkaian latihan staf-komando dan latihan-latihan lain yang melibatkan simulasi serangan nuklir terbatas, khususnya, seperti yang baru-baru ini diketahui, yang menargetkan di Rusia," katanya, mengomentari latihan militer baru-baru ini di AS.

"Kami mengutuk tindakan seperti itu karena mereka jelas menunjukkan bahwa Washington bertekad untuk mengejar jalan konfrontasi dan terus menurunkan ambang batas untuk penggunaan senjata nuklir," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Minggu (23/2/2020).





AS, ujarnya, memulai permainan yang sangat berbahaya daripada berfokus pada upaya untuk memperkuat sistem kendali senjata yang juga akan mencakup senjata nuklir.

Dia mengatakan, Rusia hanya akan akan menggunakan senjata nuklir hanya dalam dua kasus luar biasa. Pertama adalah jika Rusia menghadapi serangan dengan senjata pemusnah massal atau agresi yang melibatkan penggunaan senjata konvensional skala besar yang membahayakan eksistensi Rusia.

Ryabkov menuturkan bahwa tuduhan yang mengatakan bahwa Moskow dapat bertindak berdasarkan prinsip peningkatan demi de-eskalasi hanyalah omong kosong yang tidak ada hubungannya dengan kenyataan.

"Inilah sebabnya mengapa kami ingin sekali lagi menarik perhatian rekan-rekan kami di AS pada kebutuhan untuk menempatkan semua dalam perencanaan pertahanan mereka dan sekali lagi mengkonfirmasi formula terkenal yang telah ada sejak era Uni Soviet, yang mengatakan bahwa bahwa tidak akan ada pemenang dalam perang nuklir dan itu tidak boleh dilepaskan," ungkapnya.

"Keengganan AS untuk mengkonfirmasi formula itu memberi kami lebih banyak alasan untuk percaya bahwa Washington terus menyusun skenario yang melibatkan penggunaan senjata nuklir," tukasnya.
(esn)
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top