Perang Pecah di Ukraina Timur, Kiev dan Separatis Saling Tuding
Rabu, 19 Februari 2020 - 04:01 WIB
Perang Pecah di Ukraina Timur, Kiev dan Separatis Saling Tuding
A
A
A
KIEV - Seorang tentara Ukraina tewas dan empat orang lainnya terluka pada Selasa (18/2) waktu setempat saat pertempuran pecah di Ukraina timur. Pemerintah Ukraina dan separatis yang didukung Rusia saling menyalahkan pihak lain sebagai pemicu pertempuran.
Kekerasan itu merupakan salah satu yang terburuk sejak konferensi Paris pada Desember untuk menjembatani Kiev dan separatis dalam penerapan kesepakatan damai. Pertempuran itu terjadi menjelang kemungkinan pertemuan kedua membahas isu itu di Berlin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan dia akan menggelar rapat dewan keamanan nasional untuk membahas pertempuran terbaru di wilayah Donbass.
"Ini bukan hanya provikasi sinis. Ini upaya mengacaukan proses perdamaian di Donbass, yang telah bergerak dari kecil tapi terus berlanjut," kata Zelenskiy.
Dia kemudian menyatakan tak yakin pertempuran itu akan menghalangi upaya mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 13.000 orang sejak 2014 meski ada kesepakatan gencatan senjata 2015.
Saat mengumumkan satu tentaranya tewas, militer Ukraina menuduh pasukan yang didukung Rusia menggunakan artileri berat untuk melanggar garis Ukraina.
Namun separatis menuduh pasukan pemerintah Ukraina menyerang terlebih dulu. Mereka menyatakan sekelompok kecil tentara mencoba dan gagal menerobos garis mereka. Menurut separatis, kelompok tentara Ukraina masuk ke ladang ranjau sehingga dua tentara Ukraina tewas dan tiga orang lainnya terluka.
Kekerasan itu merupakan salah satu yang terburuk sejak konferensi Paris pada Desember untuk menjembatani Kiev dan separatis dalam penerapan kesepakatan damai. Pertempuran itu terjadi menjelang kemungkinan pertemuan kedua membahas isu itu di Berlin.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan dia akan menggelar rapat dewan keamanan nasional untuk membahas pertempuran terbaru di wilayah Donbass.
"Ini bukan hanya provikasi sinis. Ini upaya mengacaukan proses perdamaian di Donbass, yang telah bergerak dari kecil tapi terus berlanjut," kata Zelenskiy.
Dia kemudian menyatakan tak yakin pertempuran itu akan menghalangi upaya mengakhiri konflik yang telah menewaskan lebih dari 13.000 orang sejak 2014 meski ada kesepakatan gencatan senjata 2015.
Saat mengumumkan satu tentaranya tewas, militer Ukraina menuduh pasukan yang didukung Rusia menggunakan artileri berat untuk melanggar garis Ukraina.
Namun separatis menuduh pasukan pemerintah Ukraina menyerang terlebih dulu. Mereka menyatakan sekelompok kecil tentara mencoba dan gagal menerobos garis mereka. Menurut separatis, kelompok tentara Ukraina masuk ke ladang ranjau sehingga dua tentara Ukraina tewas dan tiga orang lainnya terluka.
(sfn)