Kalah Bersaing dengan Mobil Asia, Merk Holden Resmi Mati

Selasa, 18 Februari 2020 - 08:15 WIB
Kalah Bersaing dengan...
Kalah Bersaing dengan Mobil Asia, Merk Holden Resmi Mati
A A A
SYDNEY - Brand mobil Holden kini tidak lagi diproduksi. General Motors (GM) memilih opsi untuk membuang brand Holden tersebut tahun depan.

Setelah menutup operasi pabrik lokal GM pada 2017, GM mengalami kesulitan untuk memaksa pensiun brand tersebut di Australia dan Selandia Baru. “GM tidak hanya memangkas nama Holden, tetapi juga menghentikan penjualan mobil tersebut di Australia,” kata Wakil Presiden Senior Julian Blissett kemarin.

“Setelah penilaian komprehensif, kita kecewa bahwa kita tidak bisa memprioritaskan investasi yang dibutuhkan untuk Holden untuk bisa sukses jangka panjang di Australia dan Selandia Baru. Tentunya setelah mempertimbangkan secara global,” kata Blissett, dilansir Daily Mail.

Mengenai pengumuman mundur dari pasaran, GM telah memberitahukan hal itu kepada Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison atas sekitar tiga menit sebelum mengeluarkan rilis media. “Langkah buruk yang cantik,” ungkap juru bicara PM Australia.

Kantor pusat GM di Detroit juga bertugas mendesain dan operasional teknis di Australia akan menyebabkan 600 orang tidak akan memiliki pekerjaan. Sebagian besar para staf tersebut akan kehilangan pekerjaan pada Juni. Namun, 200 orang akan melanjutkan pekerjaan lain untuk melayani pelayanan mesin bagi mobil Holden. “Ini keputusan yang menyakitkan bagi kita,” ujar Blissett.

Blissett mengungkapkan GM melakukan realisasi tersebut karena tidak mampu mewujudkan investasi yang signifikan. Padahal, Holden membutuhkan pasar yang kompetitif dan menguntungkan untuk jangka panjang.

"Dengan konsolidasi global industri automotif, menjadi hal menantang bagi kita mendukung brand dan bisnis yang bisa beroperasi dalam dua pasar," katanya.

Penutupan brand Holden tidak akan mengakhiri tradisi mobil yang dimulai pada November 1948 ketika mobil 48-215 diproduksi di Pabrik Fisherman’s Bend di Melbourne. GM Australia melanjutkan produksi mobil tersebut selama 69 tahun hingga model Holden Commodore, the VF, diproduksi di Adelaide pada Oktober 2017. Sinyal penutupan Holden sebenarnya muncul dengan ditutupnya pabrik di Adelaide tersebut.

Satu dekade lalu, Commodore masih menjadi mobil paling laris di Australia. Posisi tersebut tidak terkalahkan selama 15 tahun. Saingannya adalah Ford Falcon. Pada Desember lalu, Holden mengumumkan Commodore akan dipangkas pada 2020, setelah diproduksi selama 42 tahun.

Jumlah mobil Holden yang pernah dijual mencapai 17.472 unit. Toyota Hilux menjadi juara karena mampu terjual hingga dua setengah kali lebih banyak dibandingkan Holden.

Sebenarnya, Holden terkenal dengan model Kingswood dan Torana selama beberapa dekade di Australia sebagai brand mobil paling populer. Marketing Holden dikenal pada 1970-an dengan identitas ‘football, pie daging, dan kanguru.’

Namun, pasar mobil Holden mengalami penurunan ketika pemerintahan Buruh Bob Hawke memberlakukan tarif impor sebesar 57% sejak 1988. Kepala Desainer Holden selam 1970-am hingga 1980-an, Leo Pruneau mengungkapkan tahun lalu bahwa GM akan menghentikan produksi Holden pada beberapa tahun ke depan.

“Saya mengatakan 10 tahun lalu, kita tidak akan melihat merek Holden,” kata Pruneau. “Itu sungguh menyedihkan untuk mengatakan. Ada kesempatan baik kalau nama Holden sebenarnya tidak musnah,” jelasnya. Ternyata prediksinya menjadi kenyataan. Dia membayangkan GM akan menarik diri dari Australia.

Holden memulai produksinya pada 1856 ketika dirakit oleh GM dari AS dan dikirim ke Australia. Dengan usia brand mencapai 165 tahun, chairman sementara dan direktur pelaksana Kristian Aquilina berjanji akan memberikan jaminan dan kewajiban pelayanan. Dengan pemangkasan brand Holden, GM pun akan memiliki sedikit dealer di Australia.

Tahun lalu, Ford sendiri telah mengakhiri produksi mobil di Australia. Kenapa? Itu disebabkan dolar Australia yang semakin menguat dan kompetisi sengit dengan mobil impor Asia. Padahal, Ford telah memproduksi mobil di Australia selama lebih dari 90 tahun. Sebelumnya, Toyota juga melempar handuk memproduksi mobil di Australia setelah 50 tahun berkiprah di Negeri Kanguru tersebut. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
1 jam yang lalu
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
2 jam yang lalu
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
3 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
7 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
8 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
9 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved