PBB: Embargo Senjata Terhadap Libya adalah Sebuah Lelucon

Senin, 17 Februari 2020 - 02:07 WIB
PBB: Embargo Senjata...
PBB: Embargo Senjata Terhadap Libya adalah Sebuah Lelucon
A A A
NEW YORK - PBB menyatakan embargo senjata yang bertujuan untuk menghentikan pertempuran di Libya menjadi tidak ada artinya, karena pelanggaran terus menerus terjadi. PBB menuturkan, sangat penting bagi mereka yang melanggar itu untuk dimintai pertanggungjawaban.

"Embargo senjata telah menjadi lelucon, kita semua benar-benar perlu meningkatkan langkah ini," Wakil Perwakilan Khusus PBB untuk Libya, Stephanie Williams pertemuan para Menteri Luar Negeri untuk menindaklanjuti KTT Berlin bulan lalu yang setuju untuk menegakkan embargo terhadap Libya.

"Ini rumit, karena ada pelanggaran melalui darat, laut, dan udara, tetapi perlu dipantau dan perlu akuntabilitas. Libya sekarang dibanjiri dengan senjata canggih," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (17/2/2020).

Menurut laporan PBB, beberapa negara yang mendukung kedua faksi yang berperang di Libya telah berulang kali melanggar embargo senjata, beberapa diantaranya adalah Uni Emirat Arab (UEA), Mesir dan Turki.

UEA dan Mesir mendukung Tentara Nasional Libya yang dipimpin oleh Khalifa Haftar. Sementara itu, Turki mendukung pemerintah yang diakui PBB, yakni Pemerintah Kesepakatan Nasional (GNA).

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman, Heiko Maas mengatakan, dia ingin para Menteri Luar Negeri Uni Eropa untuk membuat keputusan segera tentang peran mereka dalam memantau embargo senjata tersebut.

"Semua orang perlu tahu, bahwa jika mereka melanggar embargo di masa depan, maka mereka melanggar resolusi PBB dan bahwa ini tidak dapat tetap tanpa konsekuensi," kata Maas, tanpa menjelaskan lebih lanjut.
(poe)
Berita Terkait
PBB Umumkan Dimulainya...
PBB Umumkan Dimulainya Kembali Pembicaraan Intra-Libya
Delapan Kuburan Massal...
Delapan Kuburan Massal Ditemukan di Libya, PBB Serukan Penyelidikan
Perserikatan Bangsa-Bangsa...
Perserikatan Bangsa-Bangsa Catat Kesepakatan Maritim Turki dan Libya
PBB Desak Parpol di...
PBB Desak Parpol di Libya Setujui Upaya Percepatan Pemilu
Laporan Mengerikan UNSMIL:...
Laporan Mengerikan UNSMIL: Ditemukan 8 Kuburan Massal Dalam Beberapa Hari
Laporan Rahasia PBB:...
Laporan Rahasia PBB: Blackwater Ingin Gulingkan Pemerintahan Libya
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
2 jam yang lalu
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
3 jam yang lalu
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
6 jam yang lalu
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
7 jam yang lalu
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
8 jam yang lalu
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
9 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved