Pengamat: Israel Korbankan Keamanan Jika Aneksasi Wilayah Palestina

Minggu, 09 Februari 2020 - 23:00 WIB
Pengamat: Israel Korbankan...
Pengamat: Israel Korbankan Keamanan Jika Aneksasi Wilayah Palestina
A A A
TEL AVIV - Sejumlah pengamat Israel dan Palestina menuturkan, keamanan Israel akan beresiko jika menganeksasi permukiman di wilayah Palestina. Berdasarkan rancangan perdamaian Timur Tengah Amerika Serikat (AS), Israel "diizikan" untuk menganeksasi wilayah Tepi Barat, Palestina.

Rencana perdamaian Timur Tengah, yang dipresentasikan oleh Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu di Gedung Putih beberapa waktu lalu, memberikan Palestina otonomi terbatas di beberapa bagian Tepi Barat dan memungkinkan Israel untuk mencaplok semua pemukiman di sana.

Nadav Tamir, mantan penasihat kebijakan untuk Presiden Israel, Shimon Peres mengatakan aneksasi wilayah Palestina hanya akan membahayakann keamanan Israel. "Aneksasi akan menyeret pasukan keamanan kami ke situasi yang tidak akan membawa keamanan, tetapi stabilitas lebih rendah,” kata Tamir, seperti dilansir Al Arabiya.

Hal senada disampaikan oleh Salim Munayer, pendiri Musalaha, sebuah organisasi nirlaba yang mempromosikan rekonsiliasi antara Palestina dan Israel.

Mantan anggota parlemen Israel, Ksenia Svetlova mempertanyakan apakah Netanyahu akan melanjutkan pencaplokan sepihak wilayah Palestina, mengingat dia tidak melakukan hal itu selama tahun-tahun, dalam periode jabatan sebelumnya.

"Meninggalkan semua permukiman yang ada akan hampir tidak menjamin keamanan Israel. Akan sangat sulit untuk melindungi mereka. Dan, jika tidak akan ada rekonsiliasi nyata, juga tidak akan ada keamanan nyata," ucapnya.

Tapi, pernyataan berbeda disampaikan mantan Wakil Penasihat Keamanan Nasional Israel untuk Kebijakan Luar Negeri, Orna Mizrahi. Dia mengatakan pencaplokan tidak akan berdampak pada keamanan Israel.

“Aneksasi tidak memiliki koneksi ke aspek keamanan. Keamanan Israel tetap dipertahankan selama Angkatan Pertahanan Israel (IDF) mengendalikan Tepi Barat. Itu tidak memiliki koneksi ke status hukum pemukiman," kata Mizrahi.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
38 menit yang lalu
Pakar Asal AS Ini Yakin...
Pakar Asal AS Ini Yakin Rusia Dijamin Memenangkan Perang Ukraina, Ini 4 Alasannya
1 jam yang lalu
5 Fakta Pidato Trump...
5 Fakta Pidato Trump di Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Ingin Jadi Capres pada Pilpres Mendatang
2 jam yang lalu
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
5 jam yang lalu
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
6 jam yang lalu
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
9 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved