Sebanyak 99 Warga Wuhan Dikarantina di Xinjiang

Sabtu, 08 Februari 2020 - 03:22 WIB
Sebanyak 99 Warga Wuhan...
Sebanyak 99 Warga Wuhan Dikarantina di Xinjiang
A A A
BEIJING - Setidaknya 99 orang yang berasal dari Wuhan, episentrum wabah virus Corona yang mematikan, dikarantina di sebuah hotel di kota Xinjiang Uyghur Autonomous Region (XUAR) Atush, di tengah ketakutan atas wabah tersebut.

Seorang pejabat di Atush yang minta identitasnya dirahasiakan mengatakan setidaknya 99 penduduk asal Wuhan telah dikarantina di Yashin Hotel. Ia menambahkan bahwa kemungkinan warga Wuhan lainnya juga dikarantina di hotel lain.

"Para kader kami mengatakan (penduduk Wuhan) sedang dikarantina di hotel-hotel seperti Yashin dan Mirivan, di mana mereka memiliki kamar untuk orang-orang untuk tinggal," kata seorang pejabat pemerintah kota, tanpa memberikan rincian kapan karantina itu mulai berlaku.

"Yashin terletak di pusat kota dan tingginya lebih dari 10 lantai," imbuhnya seperti dikutip dari Radio Free Asia (RFA), Sabtu (8/2/2020).

RFA berbicara dengan seorang penjaga keamanan di Hotel Yashin yang mengkonfirmasi karantina itu, tetapi ia tidak yakin berapa banyak orang yang ditahan di sana.

“Kami tidak memiliki kamar kosong di sini — penuh dan kami tidak dapat dibuka, karena kami tidak beroperasi,” ujarnya.

“(Kamar) itu dipenuhi dengan orang-orang yang dikarantina. Saya tidak tahu nomornya, tetapi saya bisa mencoba bertanya kepada dokter," sambungnya.

Seorang pejabat di Yashin menyebut hotel itu situs karantina, menambahkan bahwa mereka semua berasal dari kota Wuhan, Ibu Kota provinsi Hubei.

"Sekarang penuh dan pasien diserahkan kepada kami oleh pusat komando," ucapnya.

Seorang pejabat kedua di hotel mengatakan kepada RFA: "Kami memiliki 99 pasien yang dikarantina di sini."

RFA tidak dapat menghubungi staf di Hotel Mirivan untuk menanggapi klaim bahwa penduduk Wuhan telah dikarantina di hotel itu.

Tetapi seorang pekerja di Atush's Kezhou Hotel mengatakan kepada RFA bahwa gedung itu telah ditutup oleh pihak berwenang di tengah kekhawatiran akan wabah virus Corona di kota itu.

"Kami tidak menerima tamu sekarang karena karantina," katanya.

"Kami tidak memiliki orang yang dikarantina di sini, tetapi kami telah ditutup," imbuhnya.

Laporan karantina datang setelah penduduk Atush mengatakan kepada RFA bahwa pada 31 Januari, pihak berwenang telah menyatakan keadaan darurat, membangun pagar setinggi dua meter untuk memblokade persimpangan lokal.

Otoritas berwenang setempat juga memerintahkan sekitar 200 ribu penduduk kota untuk tinggal di dalam rumah mereka selama kurang lebih tiga minggu dalam suatu langkah yang bertujuan untuk memblokir ancaman dari virus 2019-nCoV.

Penduduk mengatakan mereka belum diberitahu tentang rencana sebelumnya, dan karena itu tidak dapat mengumpulkan persediaan makanan atau kebutuhan lain sebelum dimulainya blokade, yang diberitahukan kepada mereka akan berlaku hingga 20 Februari atau lebih.

Salah satu warga mengatakan belum ada kasus infeksi virus Corona yang dikonfirmasi di Atush. Namun pihak berwenang telah mengumumkan setidaknya empat di provinsi Turpan, dua atau tiga di Provinsi Otonomi Bayin'gholin Mongol di Prefektur Otonomi Kota Korla (Kuerle), empat di kota Ghulja Ili Kazakh, dan dua di ibu kota XUAR, Urumqi.
(ian)
Berita Terkait
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Wabah Virus Corona di...
Wabah Virus Corona di Wuhan Diduga Terjadi Awal Agustus
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Ini Kisah Zhang Jixian,...
Ini Kisah Zhang Jixian, Dokter yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Viral, Vlogger China...
Viral, Vlogger China Curiga Virus Corona Dibawa AS ke Wuhan
Berita Terkini
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
4 jam yang lalu
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
5 jam yang lalu
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
6 jam yang lalu
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
7 jam yang lalu
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
8 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved