Pengamat: Inti Rencana Perdamaian AS, Palestina Harus Menyerahkan Segalanya

Senin, 03 Februari 2020 - 04:00 WIB
Pengamat: Inti Rencana...
Pengamat: Inti Rencana Perdamaian AS, Palestina Harus Menyerahkan Segalanya
A A A
RAMALLAH - Ali Abunimah, salah satu pendiri The Electronic Intifada dan penulis buku "The Battle for Justice in Palestine" menuturkan bahwa inti dari rencana perdamaian Amerika Serikat (AS) adalah Palestina harus menyerah. Abunimah mengatakan, jika Palestina mau menyerah dan menyetujui rencana itu, maka tidak ada ada masalah.

Abunimah mengatakan, kemarahan terhadap rencana perdamaian AS adalah karena Washington seperti secara resmi memberikan segalanya kepada Israel atau mengatakan Israel harus memiliki segalanya.

“Poin yang saya tekankan adalah betapa sedikitnya perbedaaan antara apa yang disebut dengan perjanjian perdamaian. Pendekatan dasarnya selalu jika saja Palestina akan menyerahkan semua hak mereka, maka tidak akan ada masalah," ucapnya, seperti dilansir Sputnik.

Abunimah mengatakan, pendekatan yang dilakukan Presiden AS Donald Trump serupa dengan yang ada pada pemerintahan sebelumnya. “Pemerintahan (George) Bush dan pemerintahan (Barack) Obama pada dasarnya sepakat bahwa Israel akan mendapatkan semua permukiman besar. Trump setuju dengan itu," ucapnya.

“Ketika terus bergerumul tentang masalah kecil. Kuncinya di sini adalah kesinambungan dalam pendekatan anti-Palestina Amerika," sambungnya.

Berbicara mengenai dampak kesepakatan itu, Abunimah meramalkan bahwa akan ada kelanjutan status quo, karena kemunafikan komunitas internasional ketika berbicara mengenai Israel. Dia mencatat, Israel menganeksasi Yerusalem di bawah hukum Israel pada 1981 dan melanjutkan untuk melakukan hal yang sama dengan Dataran Tinggi Golan pada tahun-tahun berikutnya.

Namun, AS dan Uni Eropa (UE) tidak mengeluarkan sanksi terhadap negara tersebut, meskipun aneksasi tersebut merupakan pelanggaran hukum internasional. Sebagai gantinya, administrasi Trump telah mengakui baik klaim oleh Israel sebagai sah atau de facto sah.

Abunimah menyoroti bahwa AS, Kanada, dan UE memberlakukan sanksi terhadap penjabat Gubernur Sevastopol, Milhail Razvozhaev dan pejabat lainnya yang mengorganisir pemilihan lokal dalam apa yang disebut AS dan UE sebagai aneksasi Crimea secara ilegal, pada saat yang sama dengan rencana perdamaian Trump adalah diperkenalkan.

"Ini adalah UE yang sama, AS yang sama, yang tidak melakukan apa pun selain menghargai Israel dan merangkul para pejabat Israel yang mendorong aneksasi, yang membangun pemukiman, yang menghancurkan rumah-rumah Palestina dan seterusnya, dan seterusnya," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
21 menit yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
1 jam yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
1 jam yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
2 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved