Populasi Mesir Capai 100 Juta Jiwa, Tekanan Sosial Meningkat
Sabtu, 01 Februari 2020 - 03:02 WIB
Populasi Mesir Capai 100 Juta Jiwa, Tekanan Sosial Meningkat
A
A
A
KAIRO - Duduk di apartemen saudarinya di atas jalanan Kairo yang ramai, Rania Sayed berharap dapat meninggalkan kota yang semakin padat itu saat populasi Mesir mencapai 100 juta jiwa bulan Februari ini.
Seperti banyak orang lainnya, dia ingin pindah ke salah satu pemukiman pinggiran baru yang sedang dibangun untuk populasi yang tumbuh cepat dan disebut Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi sebagai salah satu tantangan terbesar selain terorisme.
"Saya ingin memindahkan mereka (dua anaknya) ke tempat di mana orang memiliki mentalitas lebih baik, di mana ada pendidikan," ungkap Rania, 36, warga distrik Ard Al Lewa, di mana sejumlah apartemen menjulang tinggi di atas jalanan yang berdebu dan belum diaspal.
"Sayangnya, berbagai hal sangat sulit di tempat seperti ini. Jadi saya harap dapat hidup dengan standar sosial yang bagus," papar dia.
Sebanyak 100 juta jiwa warga Mesir diperkirakan tercapai menurut penghitungan ditigal badan statistik Mesir pada Februari.
"Bayi yang baru lahir akan bergabung di negara di mana enam orang dari 10 orang berumur di bawah 29 tahun," papar Aleksandar Bodiroza, perwakilan dana populasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Mesir.
Banyak negara Arab dan Afrika kewalahan dengan penambahan populasi. "Namun di Mesir tekanannya semakin berat, karena 97% warganya tinggal hanya di 8% wilayahnya, berdesakan di sepanjang wilayah sungai Nil," kata Bodiroza.
Menciptakan ruang baru untuk perumahan, sekolah dan ruma hsakit menjadi prioritas saat populasi Mesir tumbuh hingga 2,5 juta orang per tahun. "Di wilayah yang dihuni, sebanyak 1.400 orang menempati setiap kilometer persegi," ujar dia.
"Masalah terbesar adalah lapangan kerja. Tenaga kerja akan mencapai 80 juta dalam 10 tahun," papar pernyataan Bank Dunia.
"Namun menciptakan cukup lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi tahunan perlu minimal tiga kali lipat dari tingkat pertumbuhan populasi," ujar Radwa El-Swaify, kepala riset di Pharos, firma keuangan Kairo.
Berdasarkan pertumbuhan populasi 2,5% maka membutuhkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 7,5%. Padahal pemerintah hanya memproyeksikan pertumbuhan 5,9% pada tahun ini.
Ekonomi Mesir juga dapat terpukul oleh krisis air akibat perubahan iklim dan bendungan Nil yang dibangun di hulu oleh Ethiopia. Infrastruktur jalan dan transportasi publik, juga mendapat tekanan saat populasi tumbuh.
Seperti banyak orang lainnya, dia ingin pindah ke salah satu pemukiman pinggiran baru yang sedang dibangun untuk populasi yang tumbuh cepat dan disebut Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi sebagai salah satu tantangan terbesar selain terorisme.
"Saya ingin memindahkan mereka (dua anaknya) ke tempat di mana orang memiliki mentalitas lebih baik, di mana ada pendidikan," ungkap Rania, 36, warga distrik Ard Al Lewa, di mana sejumlah apartemen menjulang tinggi di atas jalanan yang berdebu dan belum diaspal.
"Sayangnya, berbagai hal sangat sulit di tempat seperti ini. Jadi saya harap dapat hidup dengan standar sosial yang bagus," papar dia.
Sebanyak 100 juta jiwa warga Mesir diperkirakan tercapai menurut penghitungan ditigal badan statistik Mesir pada Februari.
"Bayi yang baru lahir akan bergabung di negara di mana enam orang dari 10 orang berumur di bawah 29 tahun," papar Aleksandar Bodiroza, perwakilan dana populasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Mesir.
Banyak negara Arab dan Afrika kewalahan dengan penambahan populasi. "Namun di Mesir tekanannya semakin berat, karena 97% warganya tinggal hanya di 8% wilayahnya, berdesakan di sepanjang wilayah sungai Nil," kata Bodiroza.
Menciptakan ruang baru untuk perumahan, sekolah dan ruma hsakit menjadi prioritas saat populasi Mesir tumbuh hingga 2,5 juta orang per tahun. "Di wilayah yang dihuni, sebanyak 1.400 orang menempati setiap kilometer persegi," ujar dia.
"Masalah terbesar adalah lapangan kerja. Tenaga kerja akan mencapai 80 juta dalam 10 tahun," papar pernyataan Bank Dunia.
"Namun menciptakan cukup lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi tahunan perlu minimal tiga kali lipat dari tingkat pertumbuhan populasi," ujar Radwa El-Swaify, kepala riset di Pharos, firma keuangan Kairo.
Berdasarkan pertumbuhan populasi 2,5% maka membutuhkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) 7,5%. Padahal pemerintah hanya memproyeksikan pertumbuhan 5,9% pada tahun ini.
Ekonomi Mesir juga dapat terpukul oleh krisis air akibat perubahan iklim dan bendungan Nil yang dibangun di hulu oleh Ethiopia. Infrastruktur jalan dan transportasi publik, juga mendapat tekanan saat populasi tumbuh.
(sfn)