Menentang Pendudukan Israel, Legislator Desak PM Inggris Tolak Rencana Trump

Jum'at, 31 Januari 2020 - 20:54 WIB
Menentang Pendudukan...
Menentang Pendudukan Israel, Legislator Desak PM Inggris Tolak Rencana Trump
A A A
LONDON - Sebanyak 133 anggota parlemen Inggris telah menandatangani surat yang mendesak Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson untuk menentang rencana perdamaian Amerika Serikat (AS).

Dalam surat yang diterbitkan oleh Council for Arab-British Understanding (CAABU), para anggota parlemen menyatakan keprihatinan besar terhadap rencana pemerintahan Donald Trump

"(Rencana itu) menunjukkan penghinaan terhadap aspirasi dan hak-hak rakyat Palestina serta hukum internasional, dan tidak memberikan dasar yang realistis untuk kembali kepada negosiasi," kata mereka seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (31/1/2020).

Para penandatangan telah mendesak PM Inggris untuk mempertimbangkan kembali "sambutan" yang ditawarkan oleh pemerintah untuk dokumen tersebut, serta menguraikan tindakan apa yang akan diambil sebagai tanggapan terhadap rencana PM Israel Benjamin Netanyahu untuk menganeksasi bagian dari Tepi Barat yang diduduki. (Baca: PM Inggris Bela Rencana Perdamaian Timur Tengah Trump )

Tanpa syarat yang tidak jelas, para anggota parlemen meminta Johnson bekerja dengan negara-negara lain untuk menunjukkan bahwa pelanggaran serius hukum internasional mengakibatkan konsekuensi serius. (Baca: Inggris Minta Palestina Pertimbangkan Rencana Perdamaian Timur Tengah AS )

"Bahwa begitu banyak anggota parlemen dan rekan sejawat dari seluruh penjuru parlemen dengan cepat menandatangani surat ini menunjukkan kedalaman keprihatinan yang sesungguhnya dirasakan di Westminster tentang rencana sembrono ini dan agenda aneksasi yang dipromosikannya," kata seorang legislator Rushanara Ali.

“Pada kunjungan saya ke Tepi Barat baru-baru ini (pada tahun 2019) saya melihat sendiri betapa cepatnya kemunduran dalam situasi kemanusiaan, dan sejauh mana pendudukan telah merampas hak orang-orang Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan mengendalikan kehidupan sehari-hari mereka," imbuhnya.

"Visi yang dipresentasikan oleh Presiden Trump adalah satu di mana pendudukan 'sementara' ini dianggap permanen, mengutuk kawasan itu untuk masa depan dua orang di tanah yang sama dalam situasi ketidaksetaraan abadi," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Setelah Hamas Sepakat...
Setelah Hamas Sepakat Proposal Trump, Israel Setujui Rencana Perdamaian Gaza
Trump PeDe Bisa Damaikan...
Trump PeDe Bisa Damaikan Palestina-Israel
Hamas dan Fatah Bersatu...
Hamas dan Fatah Bersatu Hadapi Usulan Pencaplokan Gaza oleh Donald Trump
5 Alasan Donald Trump...
5 Alasan Donald Trump Tak Akan Pernah Membela Palestina
3 Kebijakan Kontroversial...
3 Kebijakan Kontroversial Donald Trump yang Dianggap Anti-Palestina
Netanyahu: Palestina...
Netanyahu: Palestina akan Kembali Berunding Jika Trump Terpilih Lagi
Berita Terkini
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
10 menit yang lalu
Pasukan Koalisi Pimpinan...
Pasukan Koalisi Pimpinan Arab Saudi Serang Wilayah Houthi Yaman
35 menit yang lalu
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
8 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
10 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
10 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
12 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved