Kepergok Minum Obat Anti Demam, Turis Wuhan Ditolak Naik Pesawat

loading...
Kepergok Minum Obat Anti Demam, Turis Wuhan Ditolak Naik Pesawat
Kepergok Minum Obat Anti Demam, Turis Wuhan Ditolak Naik Pesawat
TOKYO - Ketakutan akan tertularnya virus Corona Wuhan memicu terjadinya drama di sebuah bandara di Jepang. Sekelompok penumpang pesawat dari Shanghai menolak naik pesawat yang sama dengan 16 wisatawan asal Wuhan, China, setelah diduga melihat mereka diam-diam meminum obat anti demam di bandara.

Drama ini dilaporkan terjadi kemarin ketika kedua kelompok penumpang itu bersiap untuk pulang dari Bandara Internasional Chubu Centrair dekat kota Nagoya.

Dilaporkan sekitar 70 wisawatan asal Shanghai memprotes, menuntut maskapai penerbangan melarang 16 warga Wuhan naik ke pesawat. Para pemrotes takut mereka akan menyebarkan virus Corona ke lain. Aksi protes ini menyebabkan penerbangan tertunda hingga lima jam.

Menurut blog yang ditulis wartawan China Xi Jingbo yang mengutip saksi mata, hal ini dipicu setelah seorang wanita paruh baya dari Shanghai melihat sejumlah orang yang duduk berseberangan dengannya di ruang tunggu bandara berbicara satu sama lain dalam dialek Wuhan.

"Wanita itu kemudian melihat penumpang asal Wuhan meminum obat penurun demam dan dengan cepat memberi tahu penumpang lainnya tentang hal tersebut," bunyi laporan itu.

"Sekelompok penduduk asli Shanghai kemudian bergegas ke konter dan mengatakan kepada seorang pekerja maskapai penerbangan 'orang-orang Wuhan ini demam, dan tidak bisa dibiarkan naik ke pesawat'," tambah wartawan itu seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (28/1/2020).



Sementara itu seorang pengguna jejaring sosial asli China, Weibo, yang mengaku berasal dari Wuhan menulis tentang kejadian tersebut.

"Kita tidak bisa kembali ke rumah jam. Tetapi setengah jam sebelum waktu keberangkatan, kelompok orang Shanghai ini mengeluh ke bandara dan menolak untuk melakukan penerbangan yang sama dengan kami. Apakah mereka benar-benar teman sebangsa kita?" tulisnya.

"Kami juga korban. Ketika kami pergi, pemerintah tidak menutup kota. Kami di sini bukan untuk menghindari bencana, kami menikmati liburan seperti biasa. Siapa yang akan memikirkan situasi ini?" imbuhnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top