Hong Kong Hentikan Layanan Kereta dan Kapal Feri ke China Daratan

Selasa, 28 Januari 2020 - 23:01 WIB
Hong Kong Hentikan Layanan...
Hong Kong Hentikan Layanan Kereta dan Kapal Feri ke China Daratan
A A A
HONG KONG - Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengumumkan rencana untuk menghentikan layanan kereta cepat dan kapal feri dengan China daratan saat pusat keuangan global itu berupaya mencegah penyebaran virus corona baru.

Lebih dari 100 orang telah tewas akibat virus yang muncul dari Wuhan pada Desember. Jumlah kasus yang dikonfirmasi mencapai 4.515 pada Senin (27/1), naik dari 2.835 pada hari sebelumnya.

Lam menjelaskan layanan kereta cepat akan dihentikan mulai tengah malam pada Kamis (30/1). Jumlah penerbangan ke China daratan juga akan dikurangi dan izin perjalanan pribadi dari China daratan ke Hong Kong akan dihentikan.

"Saya berterima kasih pada pemerintah pusat yang mendukung kerja kami dalam aspek ini (menghentikan transportasi lintas perbatasan) dan kementerian daratan terkait dan komisi untuk kerja sama dengan kami," papar Lam.

Berbicara hanya beberapa hari setelah dia mengumumkan darurat virus, Lam yang memakai masker hijau meminta warga Hong Kong kembali dari China daratan sesegera mungkin dan mengkarantina diri sendiri di ruma hselama 14 hari.

Dengan pusat keuangan Hong Kong yang kembali buka pada Rabu (29/1) setelah libur Tahun Baru Imlek, Lam diapit Menteri Kesehatan Hong Kong Sophia Chan dan Menteri Perdagangan Edward You yang juga memakai masker.

Chan menjelaskan, Hong Kong memiliki delapan kasus infeksi yang telah dikonfirmasi dan 100 pasien kini dalam karantina. (Baca juga: Saran WHO pada Warga Indonesia dalam Hadapi Virus Corona )

Lam membela keputusannya untuk tidak menutup seluruh perbatasan karena langkah itu dapat mencegah warga Hong Kong kembali ke kota itu, padahal mereka adalah komuter harian.

Serikat pekerja rumah sakit, Aliansi Pegawai Otoritas Rumah Sakit, memberi waktu pada pemerintah hingga Selasa (28/1) untuk memenuhi tuntutan mereka, termasuk melarang masuk siapa pun dari China daratan, sebelum mereka menggelar mogok kerja.

Kelompok hak asasi manusia Civil Human Rights Front menuduh pemerintah Hong Kong gagal mengatasi penyebaran penyakit itu dan mendesak perbatasan segera ditutup.
(sfn)
Berita Terkait
Seluruh Pasien Virus...
Seluruh Pasien Virus Corona di Kota Wuhan Sudah Sembuh
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Peneliti China Indikasikan...
Peneliti China Indikasikan Virus Corona Tak Berasal dari Wuhan
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Laboratorium Virus Wuhan...
Laboratorium Virus Wuhan Punya 3 Jenis Virus Corona
Ahli Virus Prancis:...
Ahli Virus Prancis: Virus Corona Bukan Produk Alam
Berita Terkini
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
19 menit yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
2 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
3 jam yang lalu
Seorang Pangeran Arab...
Seorang Pangeran Arab Saudi Tewas di Hotel Kensington usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
3 jam yang lalu
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
4 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved