Reaksi Dunia setelah Virus Wuhan Renggut 25 Nyawa Manusia di China

Jum'at, 24 Januari 2020 - 13:49 WIB
Reaksi Dunia setelah...
Reaksi Dunia setelah Virus Wuhan Renggut 25 Nyawa Manusia di China
A A A
JAKARTA - Virus 2019-nCoV , jenis baru dari coronavirus yang muncul pertama kali di kota Wuhan, China, telah merenggut 25 nyawa manusia sejak muncul pada 31 Desember 2019.

Komisi Kesehatan Nasional China pada Jumat (24/1/2020) mengonfirmasi ada 830 kasus pasien yang terinfeksi dengan virus mirip SARS tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) belum menyatakan darurat global meski virus ini telah menyebar di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS). (Baca: UPDATE-Virus Wuhan di China: Ada 830 Kasus, 25 Orang Tewas )

Masyarakat internasional telah bereaksi atas wabah virus 2019-nCoV . Berikut reaksi sejumlah negara di dunia, sebagaiman dikutip AFP.

China

Pemerintah China mengarantina atau mengisolasi kota Wuhan , yang mencakup penangguhan layanan transportasi umum, menutup jalan, dan membatalkan penerbangan serta layanan kereta api ke dan dari kota berpenduduk 11 juta orang tersebut.

Kota tetangga Wuhan, Huanggang, juga menangguhkan layanan transportasi umum termasuk kereta api. Otoritas kesehatan kota ini meminta penduduk untuk tidak meninggalkan kota berpenduduk 7,5 juta tersebut. (Baca: Sup Kelelawar Diduga Biang Virus Wuhan, Sudah 17 Orang Tewas )

Forbidden City atau Kota Terlarang di Beijing—yang dikunjungi 19 juta pengunjung pada tahun lalu—akan ditutup mulai Sabtu besok. Otoritas kota juga telah membatalkan acara Tahun Baru Imlek berskala besar, termasuk pameran kuil yang populer.

Hong Kong dalam status siaga tinggi melakukan pemindaian di bandara salah satu yang tersibuk di dunia dan di penyeberangan darat dan laut internasional lainnya. Maskapai Cathay telah menangguhkan penerbangan ke Wuhan hingga 29 Februari. Tiket untuk kereta berkecepatan tinggi ke kota tersebut tidak lagi dijual. (Baca: Ini Video Wanita Santap Sup Kelelawar Diduga Biang Virus Wuhan )

Thailand


Para pejabat telah mewajibkan pemindaian termal bagi penumpang yang tiba di bandara di Bangkok, Chiang Mai, Phuket dan Krabi dari daerah berisiko tinggi di China.

Taiwan

Pemerintah telah mengeluarkan travel advisories dan melangkah pada level siaga tertinggi kedua untuk Wuhan, merekomendasikan terhadap semua perjalanan ke kota. Taiwan merupakan wilayah yang memerintah sendiri, namun China masih menganggapnya sebagai provinsinya yang membangkang.

Korea Selatan

Pemerintah Korea Selatan telah mendesak warganya untuk tidak melakukan perjalanan ke Wuhan.

Singapura

Bandara Singapura, yang menerima 430 penerbangan dari China setiap minggu, mulai menyaring penerbangan dari Wuhan pada awal bulan dan minggu ini memperpanjang pemeriksaan ke semua penerbangan dari China. (Baca juga: Penampakan Horor Korban Virus Wuhan di China: Diisolasi Tabung Plastika )

Amerika Serikat

Otoritas berwenang di Amerika Serikat telah memerintahkan penyaringan penumpang yang tiba dengan penerbangan langsung atau yang berkaitan dari Wuhan, termasuk di bandara di New York, San Francisco dan Los Angeles.

Uni Emirat Arab

Bandara Dubai, salah satu pusat penerbangan terbesar di dunia, mengatakan akan melakukan penyaringan termal semua penumpang yang datang dari China di gerbang yang aman dan tertutup di bandara.

Komisi Eropa

Komisi Eropa mengikuti situasi terkini setelah Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa meningkatkan risiko virus memasuki Uni Eropa dari level rendah ke sedang.

Italia

Otoritas berwenang di Italia menerapkan pemeriksaan termal untuk penumpang yang tiba dari Wuhan ke bandara Fiumicino Roma. Banyak penumpang tiba pada hari Kamis dari Wuhan dengan mengenakan masker dan diperiksa di pusat kesehatan khusus. Semua tes menunjukkan hasil negatif.

Prancis

Pemerintah mengeluarkan saran untuk penerbangan dan bandara tetapi belum menerapkan wajib cek.

Rusia

Pengawas kesehatan dan sanitasi Rusia memperkuat pemeriksaan di bandara dan penyeberangan perbatasan lainnya dari China, tetangga raksasa di selatan negara tersebut.

Inggris

Para pejabat kesehatan Inggris memperkenalkan "pemantauan yang ditingkatkan" untuk tiga penerbangan mingguan dari Wuhan ke Heathrow London. Langkah-langkah ini dapat diperluas ke titik keberangkatan China lainnya jika perlu.

Nigeria

Pemerintah Nigeria mengatakan layanan Port Health-nya dalam keadaan siaga dan meningkatkan langkah-langkah penyaringan di titik masuk.
(mas)
Berita Terkait
Cerita Dokter China...
Cerita Dokter China yang Temukan Virus Corona di Wuhan
Sebelum di Wuhan, Virus...
Sebelum di Wuhan, Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
China Ajak Rusia Bersatu...
China Ajak Rusia Bersatu Lawan 'Virus Politik' Barat
Usut Asal-usul Virus...
Usut Asal-usul Virus Corona, Tim Penyelidik WHO Tiba di Wuhan
Misteri Virus Corona,...
Misteri Virus Corona, Diriset China Didanai AS
Viral, Vlogger China...
Viral, Vlogger China Curiga Virus Corona Dibawa AS ke Wuhan
Berita Terkini
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
17 menit yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
2 jam yang lalu
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
2 jam yang lalu
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
2 jam yang lalu
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
3 jam yang lalu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved