Perkuat Demokrasi, Taiwan Sahkan Anti-infiltration Act

Kamis, 23 Januari 2020 - 18:21 WIB
Perkuat Demokrasi, Taiwan...
Perkuat Demokrasi, Taiwan Sahkan Anti-infiltration Act
A A A
JAKARTA - Legislatif Yuan (DPR) Taiwan mengesahkan Anti-infiltration Act pada 31 Desember 2019. Presiden Tsai Ing-wen secara resmi mengumumkan implementasi UU tersebut pada 15 Januari 2020.

Tujuan utama implementasi Anti-infiltration Act adalah untuk memperkuat pertahanan demokrasi Taiwan dan mempertahankan hubungan lintas-selat yang stabil. Demikian dilansir dari siaran pers Taipe Economic and Trade Office (TETO) Jakarta yang diterima SINDOnews, Kamis (23/1/2020).

Dalam rilis tersebut diterangkan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, China dan negara-negara otoritas lainnya telah meningkatkan pengaruhnya terhadap operasi, infiltrasi dan campur tangan kepada negara-negara demokratis lainnya, yang mengarah pada ancaman kebebasan demokrasi. Oleh karena itu, banyak negara telah memperkuat pertahanan demokrasi melalui UU, seperti Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Jerman, Australia, dan Selandia Baru. “Mereka telah meninjau dan mempelajari undang-undang yang relevan untuk mencegah infiltrasi berbahaya dari negara lain,” demikian dinyatakan TETO dalam siaran pernya.

Taiwan berada di garis terdepan ekspansi eksternal Cina, menghadapi infiltrasi dan intervensi terburuk. Oleh karena itu, mutlak diperlukan pembuatan UU untuk memperkuat mekanisme pertahanan demokrasi.

Pada awal 2019, pemerintah China mengusulkan apa yang disebut "5 Usulan Xi" yang akan mempercepat proses penyatuan kembali Taiwan (mencaplok Taiwan.) Oleh karena itu, Legislatif Yuan Taiwan (DPR) mengesahkan Anti-infiltration Act.

Intinya melarang siapa pun menerima instruksi, titipan, atau pendanaan dari musuh asing, terlibat dalam sumbangan politik ilegal, dan bantuan kampanye pemilu. Kemudian lobi, mengganggu demontrasi umum dan ketertiban sosial, serta penyebaran informasi palsu untuk mengganggu proses pemilu.

TETO menyatakan, Anti-infiltration Act sepenuhnya mematuhi semangat supremasi hukum dan memperhitungkan jaminan perlindungan hak asasi manusia. Pelaku harus menyadari situasi yang terlibat dalam "tindakan ilegal" di bawah "infiltrasi" kekuatan musuh asing , akan menjadi target identifikasi dan penilaian yang tegas oleh lembaga peradilan, sebelum mereka menjadi terdakwa hukum.

Anti-infiltration Act bukan anti-hubungan timbal balik. Sebaliknya, ini dapat mempertahankan hubungan lintas-selat yang stabil dan teratur. Umumnya, hubungan lintas-selat yang normal tidak akan melanggar hukum.Pemerintah Taiwan dalam pernyataannya selalu mendukung kegiatan hubungan timbal balik yang legal dan tertib. Anti-infiltration Act mencegah keterlibatan kekuatan asing dalam politik. Dengan demikian hubungan lintas selat menjadi tidak rumit, mencegah campur tangan asing yang tidak perlu, sehingga rakyat Taiwan bisa melakukan hubungan timbal balik dengan penuh rasa aman.
(poe)
Berita Terkait
Refleksi Akhir Tahun...
Refleksi Akhir Tahun Asia Timur: Selat Taiwan dari Misreading ke Strategic Signaling
Ketegangan di Asia Timur...
Ketegangan di Asia Timur Akan Meningkat, Provokator Anti-China Menangi Pemilu Taiwan
3 Pasang Negara Asia...
3 Pasang Negara Asia Timur yang Bermusuhan, Salah Satunya Imbas Perang Dingin
Capres Taiwan: Perang...
Capres Taiwan: Perang Juga Akan Membawa Bencana ke China
Indonesia Siap Lumat...
Indonesia Siap Lumat Taiwan
Pemenang Pemilu Taiwan...
Pemenang Pemilu Taiwan Akan Tentukan Nasib Perdamaian di Asia
Berita Terkini
Iran Tembakkan Rentetan...
Iran Tembakkan Rentetan Rudal ke Israel, Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
10 menit yang lalu
Siapa Han Seong-sook?...
Siapa Han Seong-sook? PM Korea Selatan Perempuan Pimpin Transformasi AI
2 jam yang lalu
5 Tradisi Unik di Dunia,...
5 Tradisi Unik di Dunia, Salah Satunya Melempar Bayi di India
4 jam yang lalu
Serangan Drone Ukraina...
Serangan Drone Ukraina Meningkat, Perang Hadir di Depan Rumah Warga Rusia
5 jam yang lalu
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
9 jam yang lalu
Israel Bombardir Markas...
Israel Bombardir Markas Besar Hizbullah di Beirut
10 jam yang lalu
Infografis
3 Negara yang Teguh...
3 Negara yang Teguh Tak Akui Taiwan, Salah Satunya Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved