AS Siap Bantu Atasi Konflik Kashmir Antara India dan Pakistan

Rabu, 22 Januari 2020 - 06:30 WIB
AS Siap Bantu Atasi...
AS Siap Bantu Atasi Konflik Kashmir Antara India dan Pakistan
A A A
DAVOS - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan Washington mengamati perkembangan antara India dan Pakistan terkait Kashmir "sangat dekat" dan siap membantu jika perlu. Meski demikian Trump tidak menjelaskan bagaimana caranya membantu.

Berbicara menjelang bertemu Perdana Menteri (PM) Pakistan Imran Khan di sela Forum Ekonomi Dunia (WEF), Trump menjelaskan perdagangan dan perbatasan adalah dua poin kritis untuk diskusi. Adapun Khan menyatakan bagi dia, Afghanistan adalah prioritas utama.

"Perdagangan menjadi sangat, sangat penting dan kami bekerja sama di beberapa perbatasan, dan kami bicara tentang Kashmir terkait apa yang terjadi dengan Pakistan dan India. Dan jika kami dapat membantu kami tentu akan membantu," ujar Trump.

"Kami mengamati itu dan mengikutinya sangat, sangat dekat," kata Trump.

Kashmir yang terletak di dataran tinggi Himalaya antara India dan Pakistan menjadi pusat konflik antara dua negara tetangga itu sejak keduanya merdeka pada 1947.

Ketegangan antara dua negara berkekuatan nuklir itu meningkat sejak Agustus tahun lalu, saat India mengirim tentara ke Kashmir untuk meredam kerusuhan setelah mencabut status otonom Kashmir.

Karena India dan Pakistan telah berperang dua kali terkait Kashmir sehingga konflik di wilayah itu sangat berisiko.

Khan menyatakan meski hubungan dengan India penting, masalah paling menekan adalah Afghanistan. "Isu utama, tentu, Afghanistan karena ini masalah AS dan Pakistan. Kami berdua tertarik pada perdamaian di sana dan transisi lancar di Afghanistan dengan perundingan antara Taliban dan pemerintah," ujar Khan.

Khan merupakan satu dari hanya sekitar tiga pemimpin negara yang akan bertemu Trump di Davos. Selain Khan adalah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Presiden Irak Barham Salih.
(sfn)
Berita Terkait
Terungkap, India dan...
Terungkap, India dan Pakistan Nyaris Perang Nuklir
AS Beri F-16 Senilai...
AS Beri F-16 Senilai Rp11,43 Triliun kepada Pakistan, Apa Itu Sinyal Bahaya bagi India?
Menhan Pakistan: AS...
Menhan Pakistan: AS Memanfaatkan Islamabad Lalu Membuangnya seperti Tisu Toilet
India Ketar-ketir AS...
India Ketar-ketir AS Bantu Militer Pakistan dengan Paket Perawatan F-16
Trump Umumkan Kesepakatan...
Trump Umumkan Kesepakatan Perdagangan Besar dengan Pakistan
Mengapa AS Cemburu dengan...
Mengapa AS Cemburu dengan Pakistan yang Mampu Kembangkan Rudal Canggih?
Berita Terkini
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
12 menit yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
42 menit yang lalu
Israel Balas Bombardir...
Israel Balas Bombardir Iran, Ledakan Guncang 3 Kota
1 jam yang lalu
IRGC: Rudal-rudal Balistik...
IRGC: Rudal-rudal Balistik Iran Gempur Pangkalan Udara Ramat David Israel
1 jam yang lalu
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
2 jam yang lalu
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved