Demonstran Bentrok dengan Polisi di Beirut

Senin, 20 Januari 2020 - 04:39 WIB
Demonstran Bentrok dengan...
Demonstran Bentrok dengan Polisi di Beirut
A A A
BEIRUT - Pasukan keamanan Lebanon menembakkan meriam air, peluru karet dan gas air mata untuk membubarkan demonstran di Beirut, Minggu (19/1). Sementara para pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah aparat. Ini merupakan bentrokan terburuk sejak kerusuhan meletus pada Oktober silam.

Konfrontasi di akhir pekan kemarin pecah di dekat gedung parlemen, satu hari setelah lebih dari 370 orang terluka. Bentrokan antara demonstran dengan polisi telah memperdalam krisis yang melanda Lebanon. Saat ini, negara itu tengah bergulat dengan krisis akibat hancurnya nilai mata uang yang menyebabkan kenaikan harga dan mendorong bank untuk memaksakan kontrol modal.

"Kami telah berubah dari negara yang dulu kami sebut Swiss dari timur, ke negara yang peringkatnya paling bawah dalam segala hal," kata seorang ibu rumah tangga, Rezzan Barraj (47). Ia ambil bagian dalam aksi protes Minggu malam.

"Sudah jelas bahwa semakin mereka (pasukan keamanan) meningkatkan kekerasan, maka semakin banyak kekuatan dan tekad orang yang tumbuh," lanjutnya.

Seorang saksi mata menuturkan pada Reuters, bahwa ia melihat polisi menembakkan peluru karet. Sementara Palang Merah Lebanon mengaku telah merawat 52 orang dan membawa 38 lainnya ke rumah sakit.

Ratusan orang meneriakkan "revolusi" di distrik komersial ibukota. Para pengunjuk rasa melempari polisi anti huru hara dengan batu dan kembang api. Beberapa berusaha memanjat kawat berduri dan pagar untuk menyerbu sejumlah bagian yang dibarikade polisi, termasuk parlemen. Seorang lelaki dilaporkan menusuk polisi dengan sebuah tiang ketika kekerasan meningkat.

Zeina Ibrahim (37), seorang manajer mengatakan, para pengunjuk rasa menghadapi kekerasan dari polisi dan serangan dari pendukung sektarian, partai-partai dominan.

"Kekerasan hanya melahirkan kekerasan," katanya. "Setelah sekian lama, selama berbulan-bulan, saya tidak menyalahkan demonstran sama sekali jika mereka bergerak sedikit demi sedikit ke arah kekerasan," lanjutnya.

Pasukan Keamanan Internal (ISF) mendesak warga Lebanon untuk tetap tenang. Sejumlah pejabat, seperti Menteri Dalam Negeri dan Pertahanan, petinggi militer, serta Kepala Keamanan lainnya dijadwalkan bertemu di istana presiden pada hari Senin (20/1).

Menteri Dalam Negeri Lebanon, Raya al-Hassan mengatakan, warga memiliki hak untuk protes. Tetapi, tidak dapat diterima untuk "secara terang-terangan menyerang" pasukan keamanan.
(esn)
Berita Terkait
Serang Pasukan Penjaga...
Serang Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon, Israel Dianggap Mencari Musuh Baru
Puluhan Orang Tewas...
Puluhan Orang Tewas Dalam Insiden Ledakan Mobil Tanki BBM di Lebanon
Bank Central Sebut Lebanon...
Bank Central Sebut Lebanon Saat Ini Bergerak Tanpa ‘Kepala’
Krisis Ekonomi, Militer...
Krisis Ekonomi, Militer Lebanon 'Sewakan' Helikopter pada Turis
China Minta Warganya...
China Minta Warganya untuk Meninggalkan Israel Secepatnya
Israel Gagal Gapai Kemenangan...
Israel Gagal Gapai Kemenangan di Gaza, Bagaimana Zionis Bisa Berhasil Melawan Hizbullah?
Berita Terkini
Eropa Memanas! Jet tempur...
Eropa Memanas! Jet tempur Prancis Tembak Jatuh Drone Rusia di Latvia
13 menit yang lalu
Gempa Guncang Filipina,...
Gempa Guncang Filipina, 15 Orang Tewas
1 jam yang lalu
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
1 jam yang lalu
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
3 jam yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
3 jam yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
3 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved