Putin Berharap Dialog Damai Libya Berlanjut dan Konflik Terselesaikan

Senin, 20 Januari 2020 - 04:51 WIB
Putin Berharap Dialog...
Putin Berharap Dialog Damai Libya Berlanjut dan Konflik Terselesaikan
A A A
BERLIN - Presiden Rusia, Vladimir Putin berharap pembicaraan damai Libya dapat terus berlanjut dan konflik dapat terselesaikan. Hal itu disampaikan Putin saat melakukan pertemuan dengan Presiden Turki, Tayyip Erdogan jelang Dialog Berlin soal perdamaian Libya.

Putin, dalam pembicaraan itu mengatakan, ia percaya bahwa Rusia dan Turki telah membuat langkah yang baik dengan menyerukan gencatan senjata di Libya dan dengan demikian menciptakan prasyarat untuk mengadakan konferensi di Berlin.

"Dalam pandangan saya, bersama dengan Anda (Erdogan), kami telah membuat langkah yang sangat baik selama pertemuan di Istanbul dengan menyerukan pihak-pihak Libya untuk menghentikan tembakan, menghentikan pertempuran dan meskipun beberapa insiden sedang terjadi, kedua belah pihak mendengarkan seruan kami dan skala besar tindakan tempur telah dihentikan," ucap Putin.

"Saya percaya ini adalah hasil yang sangat baik, yang menciptakan prasyarat untuk pertemuan hari ini dalam format multilateral di Berlin," sambungnya, seperti dilansir Tass pada Senin (20/1/2020).

Putin juga mengatakan, dia berharap dialog tentang Libya akan dilanjutkan dan konflik di negara itu pada akhirnya akan diselesaikan. "Kami tidak kehilangan harapan bahwa dialog akan dilanjutkan dan kami tidak akan membiarkan upaya untuk menyelesaikan konflik ini," ungkapnya.

Putin mencatat bahwa Rusia dan Turki telah bekerja sama secara efisien dalam hal-hal penting politik internasional, terutama agenda regional. Dia juga mengatakan Turki dan Rusia bekerja bersama untuk mencapai hasil positif dari pertemuan Moskow antara pihak-pihak yang bertikai di Libya.

Menurut Putin, fakta bahwa mereka datang ke Moskow dan melakukan pembicaraan tidak hanya dengan Moskow dan Tukri, tetapi juga dengan satu sama lain patut mendapat pujian.

Dia menyebut, pujian juga harus diberikan kepada Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan yang telah melakukan yang terbaik sehingga pihak-pihak yang bertikai dapat mencapai kesepakatan dan mendukung pernyataan bersama.

"Memang, tidak semuanya berjalan lancar. Salah satu pihak belum menandatangani pernyataan itu, setidaknya sampai sekarang," katanya, seraya menambahkan dia masih berharap akan adanya hasil pembicaraan yang konstruktif.
(esn)
Berita Terkait
Trio Eropa Ancam Beri...
Trio Eropa Ancam Beri Sanksi Pelanggar Embargo Senjata Libya
Pakar: Turki Bisa Kerahkan...
Pakar: Turki Bisa Kerahkan Sistem Rudal S-400 Rusia di Libya
Rusia Diduga Kerahkan...
Rusia Diduga Kerahkan Sistem Rudal S-400 ke Libya
PBB Tuduh Rusia Dukung...
PBB Tuduh Rusia Dukung Tentara Bayaran Wagner Group di Libya
Turki Balik Tuding Prancis...
Turki Balik Tuding Prancis Mainkan Permainan Berbahaya di Libya
Turki Mulai Eksplorasi...
Turki Mulai Eksplorasi Minyak di Libya Meski Dikecam Negara Lain
Berita Terkini
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
26 menit yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
40 menit yang lalu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
57 menit yang lalu
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
3 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
4 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved