Kotak Hitam Pesawat yang Jatuh di Iran Dikirim ke Ukraina

Sabtu, 18 Januari 2020 - 21:19 WIB
Kotak Hitam Pesawat...
Kotak Hitam Pesawat yang Jatuh di Iran Dikirim ke Ukraina
A A A
TEHERAN - Kotak hitam pesawat maskapai Ukraina yang ditembak jatuh militer Iran secara tidak sengaja bulan ini, akan dikirim ke Ukraina.

Laporan itu diungkap kantor berita Tasnim setelah sebelumnya Iran menyatakan hendak mengunduh data kotak hitam itu di Teheran.

Pengiriman kotak hitam itu ke luar Iran berarti Teheran membuka peluang bagi investigasi internasional terlibat dalam penyelidikan insiden tersebut.

Tragedi penembakan pesawat yang menewaskan 176 orang itu memicu unjuk rasa di Iran. Publik menuduh pemerintah menutupi kasus itu sebelum akhirnya mengakui melakukan kesalahan dengan menembak jatuh pesawat tersebut.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyatakan memberikan dukungan pada Garda Revolusi yang mengaku secara tak sengaja menembak jatuh pesawat itu.

Penembakan pesawat Ukraina itu terjadi setelah Iran meluncurkan rudal ke target Amerika Serikat (AS) di Irak sebagai pembalasan atas tewasnya komandan Iran Qassem Soleimani dalam serangan drone AS.

"Musuh-musuh kita senang bahwa mereka menemukan alasan untuk merusak Garda, pasukan militer dan sistem kita," ujar Khamenei dalam khotbah Jumat pertamanya dalam beberapa tahun terakhir.

Dia memuji Garda Revolusi yang melindungi Iran dan menyerukan agar tentara AS meninggalkan wilayah itu.

Khamenei menegaskan, aktivitas Soleimani akan berlanjut dan Pasukan Quds yang dia pimpin diperintahkan melindungi bangsa-bangsa yang ditindas di penjuru wilayah.

Dia menyatakan para tentara Pasukan Quds adalah pejuang tanpa perbatasan.

Perwakilan khusus untuk Iran Departemen Luar Negeri AS Brian Hook menyatakan ancaman Iran itu membuat Teheran semakin terisolasi.

Namun Rusia memberikan dukungan pada Iran terkait musibah maskapai itu. Menurut Rusia, pesawat itu ditembak jatuh saat Teheran waspada dengan laporan jet tempur siluman AS di wilayah itu.

"Saya ingin menekankan kegelisahan yang selalu menyertai situasi tersebut," papar Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov.
(sfn)
Berita Terkait
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, G7 Tegaskan Dukungan untuk Ukraina
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya
IHSG Ambruk 1,88% saat...
IHSG Ambruk 1,88% saat Timur Tengah Membara, 664 Saham Memerah
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Berita Terkini
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
8 menit yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
55 menit yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
1 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
1 jam yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
7 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
11 jam yang lalu
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved