AS: Semakin Mengancam Dunia, Iran Semakin Terisolasi

Sabtu, 18 Januari 2020 - 05:07 WIB
AS: Semakin Mengancam...
AS: Semakin Mengancam Dunia, Iran Semakin Terisolasi
A A A
WASHINGTON - Perwakilan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Iran, Brian Hook, memperingatkan Teheran untuk berhenti mengancam dunia karena ancamannya akan semakin membuat negara para Mullah itu semakin terisolasi.

"Selama rezim (Iran) mengancam dunia, ia akan menjadi lebih terisolasi," kata Hook dalam menanggapi khotbah salat Jumat yang disampaikan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. "Sampai Iran berperilaku seperti negara normal, isolasinya hanya akan semakin dalam," ujar Hook, seperti dikutip Reuters, Sabtu (18/1/2020).

Dalam khotbah salat Jumat pertamanya dalam delapan tahun terakhir, Khamenei mengatakan kepada para jamaah yang meneriakkan “Matilah Amerika” bahwa pasukan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran dapat melakukan perlawanan di luar perbatasan Iran setelah AS membunuh komandan Pasukan Quds IRGC Iran, Jenderal Qassem Soleimani.

Iran telah menembakkan lebih dari selusin rudal balistik terhadap dua markas militer AS di Irak pada 8 Januari 2020. Serangan itu sebagai awal dari balas dendam atas pembunuhan Jenderal Soleimani oleh serangan udara AS di Baghdad pada 3 Januari 2020.

Selama briefing dengan para jurnalis di Washington, Hook mengatakan pemerintah AS telah menjatuhkan sanksi kepada seorang brigadir jenderal IRGC Iran dalam aksi terbaru Washington melawan Republik Islam Iran.

Hook mengatakan Departemen Luar Negeri memberlakukan sanksi terhadap Brigadir Jenderal Hassan Shahvarpour karena mengarahkan pembantaian terhadap hampir 150 demonstran di Iran barat daya pada November 2019.

"Jenderal Shahvarpour adalah komandan unit yang bertanggung jawab atas penumpasan kekerasan dan penindasan mematikan di sekitar Mahshahr," kata Hook. Dia mengatakan penunjukan Shahvarpour sebagai target sanksi itu berdasarkan hasil penilaian dari dokumen foto dan video yang diserahkan warga Iran kepada Departemen Luar Negeri AS.

Menurut Hook, departemen tersebut telah menerima lebih dari 88.000 foto dan video sejak departemen meminta warga Iran untuk melaporkan bukti penindasan dan pelanggaran HAM berat selama demonstrasi besar-besaran untuk memprotes kenaikan harga bahan bakar minyak.

Iran telah membantah tuduhan melakukan penindasan yang meluas terhadap para demonstran. Teheran berdalih hanya menghadapi separatis di Mahshahr yang menurutnya telah dipersenjatai.
(mas)
Berita Terkait
Disurati Trump dengan...
Disurati Trump dengan Ancaman Aksi Militer, Ini Respons Ayatollah Khamenei
Khamenei Sebut Perang...
Khamenei Sebut Perang Timur Tengah Pecah Jika AS Menginvasi Iran, Ini Respons Trump
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Dalih Iran usai 11 Kapalnya...
Dalih Iran usai 11 Kapalnya Kepung Beberapa Kapal Perang AS
Trump Klaim Iran Ingin...
Trump Klaim Iran Ingin Menjadikannya Pemimpin Tertinggi Penerus Ayatollah Khamenei
11 Kapal Iran Kepung...
11 Kapal Iran Kepung Beberapa Kapal Perang AS dalam Jarak 9 Meter
Berita Terkini
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
10 menit yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
58 menit yang lalu
Laut Merah Memanas,...
Laut Merah Memanas, Houthi Yaman Serang 2 Kapal Tanker Minyak Arab Saudi
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Kemenangan Besar bagi Riyadh
2 jam yang lalu
AS Ancam Malaysia setelah...
AS Ancam Malaysia setelah Anwar Ibrahim Ingin Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi AS...
Jenderal Tertinggi AS Ungkap Jet Tempur F-16 Ukraina Tembak Jatuh Su-35 Rusia dalam Duel Langit
3 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved