Iran: Jangan Ubah Kecelakaan Pesawat Jadi Isu Politik

Jum'at, 17 Januari 2020 - 16:09 WIB
Iran: Jangan Ubah Kecelakaan...
Iran: Jangan Ubah Kecelakaan Pesawat Jadi Isu Politik
A A A
TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Iran Abbas Mousavi menyatakan semua negara yang terlibat dalam kecelakaan maskapai Ukraina di Iran harus menghindari mengubah musibah itu jadi isu politik.

"Kami meminta semua pihak tidak menjadikan isu kemanusiaan, terutama kecelakaan tragis ini, menjadi dalih untuk aksi politik," papar Abbas Mousavi saat dikutip kantor berita ISNA.

Lima negara yang warganya tewas saat Iran menembak jatuh maskapai Ukraina pekan lalu menyatakan Teheran harus membayar ganti rugi pada keluarga korban dan dunia mengawasi respon Iran.

Mousavi menegaskan Iran bekerja sama melebihi harapan dengan negara-negara yang warganya tewas dalam kecelakaan itu.

Kanada, Ukraina, Swedia, Afghanistan dan Inggris juga menyatakan setelah rapat di London bahwa, "Iran harus menggelar investigasi internasional yang independen dan transparan terhadap negara-negara yang berduka."

Garda Revolusi Iran mengakui secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraina dengan rudal yang menewaskan semua 176 orang di kabin.

Mousavi menyatakan aneh bahwa Kemlu Kanada meminta akses konsulat terkait kecelakaan itu, padahal semua korban kecelakaan telah diidentifikasi.
(sfn)
Berita Terkait
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, G7 Tegaskan Dukungan untuk Ukraina
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya
IHSG Ambruk 1,88% saat...
IHSG Ambruk 1,88% saat Timur Tengah Membara, 664 Saham Memerah
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Menhan AS Tegaskan Komitmen Bantu Pertahanan Arab Saudi
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
1 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
2 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
3 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
3 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
4 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved