Arab Saudi-Iran Perang, Bencana Bagi Pakistan

Jum'at, 17 Januari 2020 - 15:41 WIB
Arab Saudi-Iran Perang,...
Arab Saudi-Iran Perang, Bencana Bagi Pakistan
A A A
ISLAMABAD - Pakistan berusaha sekuat tenaga untuk meredakan ketegangan regional antara Iran dan Arab Saudi karena jika keduanya lepas kendali bisa menimbulkan bencana bagi negara itu. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memberikan peringatan.

Khan mengatakan sementara Arab Saudi adalah salah satu teman terbesar Pakistan, Islamabad selalu menjaga hubungan baik dengan Teheran. Ia pun menegaskan Pakistan tidak akan memihak kepada salah satunya.

"Oleh karena itu, konflik militer antara Arab Saudi dan Iran akan menjadi bencana bagi Pakistan. Kami berusaha sebaik mungkin untuk memastikan bahwa hubungan antara kedua negara tidak memburuk," kata Khan seperti dilansir dari Russia Today, Jumat (17/1/2020).

Sementara mengisyaratkan bahwa Islamabad mungkin siap untuk bertindak sebagai mediator, Khan mengatakan bahwa Timur Tengah tidak bisa menimbulkan konflik lain.

Setelah serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat (AS) pada 3 Januari lalu menewaskan komandan tinggi Iran, Qassem Soleimani, diikuti oleh serangan pembalasan Teheran terhadap pangkalan udara Al Asad di Irak, yang menampung pasukan AS, Khan telah bersuara keras tentang perlunya untuk mengurangi ketegangan di Timur Tengah.

Sebagai bagian dari dorongan diplomatiknya, Khan pekan lalu memerintahkan Menteri Luar Negeri Mahmood Qureshi untuk bertemu dengan rekan-rekannya di Iran, AS dan Arab Saudi. Ia menyatakan bahwa Pakistan siap memainkan perannya untuk perdamaian tetapi tidak akan pernah bisa lagi menjadi bagian dari perang apa pun.

Pembunuhan Soleimani dan serangan balasan Iran membawa ketegangan yang membara antara Teheran dan Washington pada apa yang banyak dikhawatirkan adalah bagian dari perang habis-habisan.

Gejolak itu membuat Iran secara tidak sengaja menembak jatuh sebuah jet penumpang Ukraina di dekat Teheran, kecelakaan tragis yang membuat Iran banyak meminta maaf, sambil menyalahkan Washington karena memicu krisis.

Sementara situasi agak tenang sejak itu, Teheran mengatakan tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Washington sampai negara itu meminta maaf atas kesalahan sebelumnya dan menebus kesalahan atas kegiatan yang mengganggu di wilayah tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Jet Tempur Pakistan...
Jet Tempur Pakistan Kini Ikut Jaga Wilayah Saudi, Riyadh Mulai Tak Lagi Percaya AS?
Jenderal Penasihat Khamenei...
Jenderal Penasihat Khamenei Desak Iran Gabung Pakta Pertahanan Arab Saudi-Pakistan
Negara Bersenjata Nuklir...
Negara Bersenjata Nuklir Ini Akan Bela Arab Saudi jika Perang Iran Memanas
4 Fakta Pakistan Akan...
4 Fakta Pakistan Akan Bantu Arab Saudi jika DIserang
AS-Iran di Ambang Perang...
AS-Iran di Ambang Perang Lagi, Pakistan Kerahkan 8.000 Tentara dan 1 Skuadron Jet ke Arab Saudi
Setelah Kirim Pasukan...
Setelah Kirim Pasukan ke Saudi, Pakistan Kembali Mediasi Perundingan AS dan Iran
Berita Terkini
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
58 menit yang lalu
Menlu Iran dan Pemimpin...
Menlu Iran dan Pemimpin Hamas di Gaza Bahas Perkembangan Terkini Palestina
1 jam yang lalu
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
2 jam yang lalu
Australia Sita 100.000...
Australia Sita 100.000 Kecoak Selundupan, Harganya Rp2,5 Miliar
3 jam yang lalu
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
3 jam yang lalu
Surat Netanyahu Ungkap...
Surat Netanyahu Ungkap Upaya Israel Ganti Bantuan AS dengan Integrasi Militer: Rencana Saya
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved