Jenderal Iran Ancam Balas Dendam Lebih Keras ke AS

Jum'at, 17 Januari 2020 - 14:20 WIB
Jenderal Iran Ancam...
Jenderal Iran Ancam Balas Dendam Lebih Keras ke AS
A A A
TEHERAN - Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Mohammad Bagheri, mengancam akan melancarkan balas dendam yang lebih keras kepada Amerika Serikat (AS) jika terus melanjutan perilakunya. Bagheri menyatakan pembalasan terhadap pembunuhan Komandan Pasukan Quds Garda Revolusi Iran (IRGC), Qassem Soleimani, menunjukkan tekad Teheran untuk mempertahankan hak-haknya.

Bagheri melontarkan ancamannya itu selama berbicara via telepon dengan Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar. Bagheri mencap pembunuhan terhadap Soleimani sebagai tindakan pengecut, tidak manusiawi, dan tidak bermoral yang bertentangan dengan semua hukum internasional.

Bagheri mencatat bahwa meskipun Iran tidak tertarik untuk meningkatkan ketegangan, ia memperingatkan bahwa setiap langkah yang tidak rasional dan agresif oleh negara lain akan mendorong tanggapan keras dari Teheran.

"Akar dari semua penyimpangan dan konflik akan dihapus dengan AS keluar dari wilayah (Timur Tengah)," Begheri menyuarakan harapannya seperti dilansir dari Sputnik, Jumat (17/1/2020).

Sementara itu, Menteri Pertahanan Turki menyampaikan belasungkawa kepada rakyat, pemerintah, dan angkatan bersenjata Iran atas kematian Soleimani.

"Setelah pembunuhan AS terhadap Jenderal Soleimani dan rekan-rekannya di Irak, wilayah itu dibayangi oleh situasi yang sangat sensitif yang bisa sangat mengkhawatirkan," kata Akar seperti dikutip oleh kantor berita Iran Mehr.

Akar memuji hubungan persahabatan antara Turki dan Iran, mencatat bahwa memastikan perdamaian dan stabilitas di kawasan adalah untuk kepentingan kedua negara dan hanya teroris yang dapat memperoleh keuntungan dari ketegangan.

"Kita harus bekerja sama untuk menjaga stabilitas dan tidak boleh membiarkan teroris mengambil keuntungan dari peluang meningkatnya ketegangan di kawasan ini," ujarnya kepada komandan Iran.

Soleimani dipandang sebagai salah satu tokoh paling dihormati di Iran. Ia dibunuh dalam serangan pesawat tak berawak dalam perjalanan dari Bandara Internasional Baghdad, Irak, beberapa hari setelah pengunjuk rasa berusaha menyerbu Kedutaan Besar AS di Ibu Kota Irak.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa ia memerintahkan serangan itu karena Soleimani merencanakan serangan terhadap para diplomat dan personel militer Amerika. Panglima militer AS kemudian bahkan mengklaim bahwa Soleimani merencanakan serangan pada empat misi diplomatik AS di tempat terpisah.

Washington, bagaimanapun, belum membuktikan klaim ini. Menteri Pertahanan Mark Esper kemudian mengatakan kepada CBS bahwa ia tidak melihat bukti Soleimani mempersiapkan serangan terhadap kedutaan besar AS. Namun, beberapa hari kemudian, pernyataan berbeda diungkapkannya kepada CNN bahwa apa yang dikatakan Trump, adalah apa yang diyakini juga.

Perdana Menteri Irak mengungkapkan bahwa Soleimani tiba di negara itu sebagai bagian dari upaya perdamaian untuk mengurangi ketegangan antara Iran, Irak, dan Arab Saudi. Setelah serangan itu, parlemen Irak memilih untuk mengusir semua pasukan asing dari negara itu, tetapi Washington telah menolak untuk membahas penarikan sekitar 5.000 tentara dari sana.
(ian)
Berita Terkait
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Elon Musk Bertekad Damaikan...
Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
6 Alasan Amerika Serikat...
6 Alasan Amerika Serikat Takut pada Potensi Senjata Nuklir Iran
Rouhani: Semua Negara...
Rouhani: Semua Negara Timur Tengah Harus Usir Pasukan AS
Berita Terkini
Meski Ada Ancaman, Kedubes...
Meski Ada Ancaman, Kedubes Iran Ucapkan Terima Kasih kepada Delegasi yang Hadiri Pemakaman Khamenei
3 jam yang lalu
AS Tebar Ancaman ke...
AS Tebar Ancaman ke Banyak Negara agar Tidak Kirim Delegasi ke Pemakaman Khamenei, Apakah Efektif?
4 jam yang lalu
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
5 jam yang lalu
Hamas dan Hizbullah...
Hamas dan Hizbullah Jadi Tamu Istimewa pada Pemakaman Khamenei
6 jam yang lalu
6 Fakta Perayaan Ulang...
6 Fakta Perayaan Ulang Tahun AS ke-250, Bill Clinton: Masa Depan Kita Dipertanyakan
8 jam yang lalu
Kilang Minyak dan Pangkalan...
Kilang Minyak dan Pangkalan Kapal Perang di St Petersburg Dihujani Drone Ukraina
9 jam yang lalu
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved