AS: China Kurangi Dukungan Ekonomi pada Maduro di Venezuela

Kamis, 16 Januari 2020 - 03:01 WIB
AS: China Kurangi Dukungan...
AS: China Kurangi Dukungan Ekonomi pada Maduro di Venezuela
A A A
WASHINGTON - Utusan khusus pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di Venezuela Elliott Abrams menyatakan China tampaknya mengurangi dukungan ekonomi pada Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

China juga mengakui berkurangnya dukungan itu lebih banyak karena sanksi AS terhadap Venezuela. "Saat aktivitas ekonomi Chian berkurang, Maduro dan pemerintahan sosialisnye menjadi lebih tergantung pada Rusia dan raksasa minyak Rosneft sebagai garis hidup keuangannya agar tetap berkuasa," papar Abrams pada Reuters.

Abrams menjelaskan, "Keterlibatan China di Venezuela berkurang, tidak tumbuh karena Beijing semakin khawatir tentang salah manajemen ekonomi dan korupsi dalam pemerintahan Maduro."

Saat ini AS dan puluhan negara lain mengakui tokoh oposisi Juan Guaido sebagai presiden yang sah di Venezuela.

"Ini terutama pandangan mereka bahwa ini kacau," ujar Abrams yang menambahkan pendapat itu berasal dari para pejabat China yang mengungkapkannya secara pribadi.

Dia menolak menjelaskan dengan rinci tentang bagaimana China mulai mundur di Venezuela. Dia hanya mengatakan, "Kami tidak mengetahui ada pinjaman baru atau investasi Chian pada 2019."

Namun saat ditanya tentang komentar Abrams, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) China menyatakan, "Setelah beberapa dekade pertumbuhan hubungan ekonomi, saat ini China dan Venezuela berhenti atau mengurangi beberapa kerja sama kita, terutama karena sanksi dan faktor lain."

"Sanksi adalah akar penyebab di balik memburuknya kehidupan rakyat Venezuela setiap hari. China mendesak negara-negara terkait segera menghentikan sanksi sepihak terhadap Venezuela," papar Kemlu China.

Dua negara membangun kemitraan ekonomi sejak awal 2000 di era pemimpin Hugo Chavez yang perlu dana dan China membutuhkan minyak mentah untuk pertumbuhan ekonominya.

Namun saat pertumbuhan China melemah dan harga minyak mentah turun pada 2014, China tak banyak diuntungkan dalam hubungan itu. Venezuela berutang pada Chian sekitar USD20 miliar.
(sfn)
Berita Terkait
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
3 Negara Ini Siap Bantu...
3 Negara Ini Siap Bantu Venezuela jika Diserang AS
Akankah China Menyelamatkan...
Akankah China Menyelamatkan Venezuela?
Terancam Perang Lawan...
Terancam Perang Lawan AS, Venezuela Cari Bantuan Militer dari Rusia, China, dan Iran
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Kemenangan Mamdani,...
Kemenangan Mamdani, Sinyal Perlawanan ke Pemerintah Federal AS?
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
44 menit yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
1 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
3 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved