Trio Eropa Aktifkan Mekanisme Perselisihan, JCPOA Terancam Kolaps

Selasa, 14 Januari 2020 - 21:11 WIB
Trio Eropa Aktifkan Mekanisme Perselisihan, JCPOA Terancam Kolaps
Trio Eropa Aktifkan Mekanisme Perselisihan, JCPOA Terancam Kolaps
A A A
LONDON - Perjanjian nuklir Iran yang ditandatangani pada 2015 di ambang kehancuran. Pasalnya tiga negara Eropa yaitu Inggris, Prancis dan Jerman mengaktifkan klausul mekanisme perselihan.

Dalam sebuah pernyataan, para pemimpin ketiga negara mengatakan mereka tidak punya pilihan dihadapkan pada tindakan Iran.

"Tetapi yang menjadi kekhawatiran kami hari ini adalah Iran tidak memenuhi komitmennya," bunyi pernyataan itu seperti dilansir dari The Guardian, Selasa (14/1/2020).

Secara prinsip, keputusan itu diambil sebelum Natal oleh tiga negara kekuatan Eropa itu. Keputusan itu juga tidak didorong oleh serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat (AS) di Iran yang baru-baru ini terjadi, atau penembakan pesawat Ukraian secara tidak sengaja oleh Teheran.

Menteri luar negeri Jerman Heiko Maas mengatakan tiga negara Eropa tidak bisa lagi mentolerir pelanggaran Iran terhadap perjanjian nuklir yang tidak terjawab.

"Tujuan kami jelas: kami ingin mempertahankan kesepakatan dan mencapai solusi diplomatik dalam perjanjian," katanya.

“Kami akan mengatasi ini bersama dengan semua mitra dalam perjanjian. Kami menyerukan Iran untuk berpartisipasi secara konstruktif dalam proses negosiasi yang sekarang dimulai,” sambungnya.

Keenam penandatangan kesepakatan yaitu Iran, Rusia, China dan negara-negara Uni Eropa - Prancis, Jerman dan Inggris - sekarang akan bertemu di tingkat direktur politik di Wina untuk mendengar secara resmi bahwa langkah-langkah Iran menjauh dari kesepakatan telah mengharuskan Uni Eropa untuk memicu mekanisme penyelesaian sengketa yang rumit dari kesepakatan.

Masalah ini kemudian dapat diteruskan ke tingkat menteri dalam waktu 15 hari atau dibiarkan tanpa batas pada tingkat ini. Jika masalah tersebut diteruskan ke menteri, mereka juga dapat memeriksa masalah ini tanpa batas waktu atau diteruskan ke badan banding dalam waktu 15 hari.

Segera setelah proses itu, negara-negara Uni Eropa (UE) dapat memberi tahu PBB bahwa Iran melanggar perjanjian, yang mengarah pada penerapan kembali sanksi Eropa.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1188 seconds (11.252#12.26)