Iran Mulai Riset Bahan Bakar Nuklir Berbasis Logam Uranium, Eropa Ketar Ketir
Minggu, 17 Januari 2021 - 09:56 WIB
loading...
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) mengatakan Iran sedang melakukan penelitian untuk memproduksi logam uranium. Foto/The Guardian
A
A
A
BRUSSELS - Kekuatan Eropa menyuarakan keprihatinan yang mendalam atas rencana Iran untuk memproduksi logam uranium. Mereka memperingatkan bahwa Teheran tidak memiliki penggunaan sipil yang kredibel untuk elemen tersebut.
"Produksi logam uranium memiliki potensi implikasi militer yang serius," kata Menteri Luar Negeri Inggris , Prancis dan Jerman dalam pernyataan bersamanya seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (17/1/2021).
Iran telah menandatangani larangan hingga 15 tahun untuk memproduksi atau memperoleh logam plutonium atau uranium atau paduannya di bawah perjanjian nuklir 2015 atau apa yang disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
"Kami sangat mendesak Iran untuk menghentikan kegiatan ini, dan kembali mematuhi komitmen JCPOA tanpa penundaan lebih lanjut jika serius untuk mempertahankan kesepakatan," imbau para menteri Eropa itu.
"Produksi logam uranium memiliki potensi implikasi militer yang serius," kata Menteri Luar Negeri Inggris , Prancis dan Jerman dalam pernyataan bersamanya seperti dikutip dari The Guardian, Minggu (17/1/2021).
Iran telah menandatangani larangan hingga 15 tahun untuk memproduksi atau memperoleh logam plutonium atau uranium atau paduannya di bawah perjanjian nuklir 2015 atau apa yang disebut Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).
"Kami sangat mendesak Iran untuk menghentikan kegiatan ini, dan kembali mematuhi komitmen JCPOA tanpa penundaan lebih lanjut jika serius untuk mempertahankan kesepakatan," imbau para menteri Eropa itu.
Lihat Juga :