Demonstran di Iran Serukan Revolusi, Khamenei Diminta Mundur

Selasa, 14 Januari 2020 - 09:03 WIB
Demonstran di Iran Serukan...
Demonstran di Iran Serukan Revolusi, Khamenei Diminta Mundur
A A A
TEHERAN - Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan ribuan demonstran di Alun-Alun Azadi, Teheran. Aksi itu mengkhawatirkan karena seruan revolusi untuk menuntut pembubaran pemerintahan Iran semakin menguat setelah insiden penembakan pesawat sipil Ukraina yang menewaskan 176 orang.

Para demonstran memulai aksi dengan berdoa bersama untuk para korban penembakan pesawat sipil Ukraina dengan misil buatan Rusia Tor. Setelah itu, mereka menggelar aksi anti pemerintah dan menyerukan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei untuk mengundurkan diri. Mereka juga menuntut agar para pejabat militer yang bertanggungjawab menembak pesawat itu harus diadili.

“Matilah diktator,” teriak para demonstran dalam video yang beredar di media sosial. Dalam salah satu video menunjukkan demonstran berteriak: “Khamenei harus malu. Tinggalkan negara ini.” Khamenei telah berkuasa selama tiga dekade dan tidak ada batasan masa jabatannya.

Video yang beredar di media sosial menunjukkan demonstran di Teheran lari kocar-kacir karena tembakan gas air mata. Beberapa demonstran juga ditangkap polisi. Beberapa pengunjuk rasa lainnya meminta polisi membebaskan teman-temannya.

Demonstrasi meluas diberbagai kota, seperti Shiraz, Esfa-han, Hamedan, dan Orumiyeh. Mereka menunjukkan perlawanan terhadap rezim yang berkuasa. Kemarahan para demonstran itu sangat berbeda dengan citra yang ditunjukkan Iran ketika berduka selepas kematian komandan Al Quds Qassem Soleimani yang ditembak militer Amerika Serikat pekan lalu. Selepas kematiannya, ribuan warga Iran turun ke jalan dan berteriak “Matilah AS”.

CNN melaporkan demonstrasi antipemerintah yang digelar di Teheran mendapatkan pengawalan ketat aparat keamanan, termasuk di Alun-Alun Azadi dekat Universitas Sharif, Alun-Alun Enghelab dekat Universitas Teheran, dan Alun-Alun Ferdowsi. Pasukan keamanan juga dilengkapi dengan mobil penembak air dan kendaraan tahanan.

Aksi unjuk rasa di Iran kerap berujung pada kekerasan berdarah. Tahun lalu saat gerakan antipemerintah berkumandang, organisasi hak asasi manusia mencatat 208 demonstran tewas dibunuh aparat di 21 kota. Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) juga memiliki bukti bahwa pasukan keamanan Iran memang diperintah untuk menembak dan membunuh para demonstran.

Juru bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei mengabaikan dukungan Presiden AS Donald Trump yang menyuarakan dukungan bagi rakyat Iran. “Rakyat Iran akan ingat bahwa dia (Trump) membunuh jenderal dan menjatuhkan sanksi ekonomi,” kata Rabiei.

Mengenai tindakan duta besar Inggris di Teheran RobMacaire, Rabiei mengatakan, duta besar itu bertindak tidak profesional. “Dia (duta besarRob Macaire) itu ditangkap singkat di dekat aksi demonstrasi,” ujarnya.

Trump mengungkapkan, kalau penasihat keamanan nasional AS Robert OíBrien telah menyarankan bahwa sanksi dan demonstrasi akan memaksa Iran untuk bernegosiasi. “Sesungguhnya saya tidak peduli jika mereka tidak bernegosiasi. Semuanya memang tanggung jawab mereka, tapijangan bunuh para demonstran,” ujarnya.
(ysw)
Berita Terkait
5 Fakta Krisis Timur...
5 Fakta Krisis Timur Tengah Membara, Apache Ditembak Jatuh hingga 3 Negara Arab Dirudal Iran
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Timur Tengah Membara!...
Timur Tengah Membara! Rudal Iran Serang Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Qatar
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, WNI di Iran, Israel dan Palestina Diminta Waspada
Berita Terkini
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
1 jam yang lalu
Pakar Militer Ungkap...
Pakar Militer Ungkap Pertarungan Sangat Sengit AS dan Iran untuk Berebut Selat Hormuz
1 jam yang lalu
3 Fakta Kebakaran Bar...
3 Fakta Kebakaran Bar di Bangkok Tewaskan 27 Orang, Pintu Darurat Terhalang
3 jam yang lalu
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
4 jam yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
5 jam yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
5 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved