Hizbullah: Sudah Saatnya Sekutu Iran Bersatu Balas Kematian Soleimani
Senin, 13 Januari 2020 - 15:23 WIB
Hizbullah: Sudah Saatnya Sekutu Iran Bersatu Balas Kematian Soleimani
A
A
A
BEIRUT - Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah mengatakan, sudah waktunya sekutu Iran untuk bersatu dan membalas dendam kematian Qassem Soleimani. Dia juga menegaskan Soleimani tidak pernah berniat meledakkan Kedutaan Besar AS di Irak.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Nasrallah mengklaim bahwa jika bukan karena Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes, pemimpin milisi Irak yang turut tewas dalam serangan AS, ISIS akan menyebar ke Teluk Arab dan Timur Tengah.
"Saya percaya ini saatnya gelombang perlawanan untuk mulai bekerja. Pasukan perlawanan serius dan bertujuan untuk tujuan besar yang saya usulkan," kata Nasrallah, merujuk pada tujuan mengusir pasukan AS di wilayah tersebut.
"Pembalasan akan terjadi dalam beberapa hari, minggu atau bulan mendatang, ini adalah jalan yang panjang," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (13/1/2020).
Terkait dengan klaim Presiden AS, Donald Trump bahwa Soleimani berencana untuk meledakkan Kedutaan Besar AS di Baghdadh, Nasrallah mengatakan apa yang disampaikan Trump tidaklah benar. Trump menggunakan alasan ini untuk membenarkan serangan terhadap pemimpin pasukan elit Iran itu.
"Trump berbohong kepada rakyatnya. Soleimani tidak berencana untuk meledakkan Kedutaan Besar Amerika," tukasnya.
Dalam pidato yang disiarkan televisi, Nasrallah mengklaim bahwa jika bukan karena Soleimani dan Abu Mahdi al-Mohandes, pemimpin milisi Irak yang turut tewas dalam serangan AS, ISIS akan menyebar ke Teluk Arab dan Timur Tengah.
"Saya percaya ini saatnya gelombang perlawanan untuk mulai bekerja. Pasukan perlawanan serius dan bertujuan untuk tujuan besar yang saya usulkan," kata Nasrallah, merujuk pada tujuan mengusir pasukan AS di wilayah tersebut.
"Pembalasan akan terjadi dalam beberapa hari, minggu atau bulan mendatang, ini adalah jalan yang panjang," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Al Arabiya pada Senin (13/1/2020).
Terkait dengan klaim Presiden AS, Donald Trump bahwa Soleimani berencana untuk meledakkan Kedutaan Besar AS di Baghdadh, Nasrallah mengatakan apa yang disampaikan Trump tidaklah benar. Trump menggunakan alasan ini untuk membenarkan serangan terhadap pemimpin pasukan elit Iran itu.
"Trump berbohong kepada rakyatnya. Soleimani tidak berencana untuk meledakkan Kedutaan Besar Amerika," tukasnya.
(esn)