Coba Hidupkan Pembicaraan, AS Kembali Dekati Korut

Senin, 13 Januari 2020 - 14:35 WIB
Coba Hidupkan Pembicaraan,...
Coba Hidupkan Pembicaraan, AS Kembali Dekati Korut
A A A
WASHINGTON - Penasihat Keamanan Gedung Putih, Robert O'Brien mengatakan, Washington telah menghubungi pemerintah Korea Utara (Korut) untuk mengindikasikan bahwa Amerika Serikat (AS) ingin melanjutkan perundingan nuklir. Pembicaraan antara Washington dan Pyongyang terhenti sejak keduanya terakhir bertemu di Swedia Oktober tahun lalu.

"Kami telah menjangkau Korut dan memberi tahu mereka bahwa kami ingin melanjutkan negosiasi di Stockholm yang terakhir dilakukan pada awal Oktober," kata O'Brien saat melakukan wawancara dengan Axios, seperti dilansir Sputnik pada Senin (13/1/2020).

O'Brien, dalam wawancara itu kemudian menyatakan optimisme atas kelanjutan pembicaraan kedua negara, dengan melihat kenyataan bahwa Pyongyang belum memberikan "hadiah Natal" yang dijanjikan Kim Jong-un untuk AS.

"Kim Jong-un berjanji untuk mengirim "hadiah Natal". Presiden Donald Trump menyarankan dia mengiriminya vas. Kami tidak mendapatkan vas atau hadiah Natal lainnya. Itu tampaknya positif," ungkapnya.

Sementara itu, sebelumnya Korut telah menerima ucapan selamat ulang tahun dari Trump untuk Jong-un. Meski demikian, Korut menyebut ubungan pribadi keduanya tak cukup untuk kembali ke perundingan.

Penasehat Kementerian Luar Negeri Korut, Kim Kye-gwan menjelaskan, meski Jong-un dapat secara pribadi menyukai Trump, dia tidak akan memimpin negaranya atas dasar perasaan pribadi.

"Kim Jong-un memiliki perasaan pribadi yang bagus tentang Presiden Trump, mereka, dalam kata sebenarnya, 'pribadi' Kami telah tertipu oleh AS, terjerat dalam dialog dengannya selama lebih satu setengah tahun, dan itu waktu yang hilang bagi kami," papar Kye-gwan.

Menurut dia, Korut tidak akan membahas proposal seperti yang dibuat Trump pada pertemuan terakhir dengan Kim di Hanoi pada Februari 2019. Dia juga menegaskan, Korut tidak akan menyerahkan fasilitas nuklirnya untuk pemulihan sanksi sebagian, dan hanya akan kembali ke perundingan saat AS membuat konsesi.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
44 menit yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
1 jam yang lalu
Minyak Mentah Brent...
Minyak Mentah Brent Tembus USD100 setelah Kapal Tanker Diserang di Laut Merah
2 jam yang lalu
PBB Murka Masjid Al-Aqsa...
PBB Murka Masjid Al-Aqsa Diserbu Menteri Israel dan 4.000 Massa Yahudi
3 jam yang lalu
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved