Takut Proliferasi Nuklir, Eropa Jauhkan AS-Iran dari Perang Besar

Jum'at, 10 Januari 2020 - 20:30 WIB
Takut Proliferasi Nuklir,...
Takut Proliferasi Nuklir, Eropa Jauhkan AS-Iran dari Perang Besar
A A A
BRUSSELS - Eropa mencari berbagai cara menjauhkan Amerika Serikat (AS) dan Iran dari konflik terbuka. Eropa menyadari, kesalahan kalkulasi dari pihak mana pun dapat membuat blok itu menghadapi perang dan krisis proliferasi nuklir.

Dalam rapat darurat yang jarang digelar, para menteri luar negeri (menlu) Uni Eropa (UE) disertai Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg berupaya menghindari respon diplomatik keras apapun sejak sekarang setelah AS dan Iran mundur dari potensi perang besar setelah pembunuhan jenderal top Iran dan serangan rudal Iran ke pangkalan AS di Irak.

"Iran ingin mencegah krisis memanas seperti yang kita rasakan beberapa waktu, ini memiliki efek mendinginkan meski kecil," papar diplomat senior UE pada Reuters.

Namun Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian memperingatkan sebelum rapat siang itu bahwa Iran dapat memiliki senjata nuklir dalam satu hingga dua tahun jika Teheran sepenuhnya keluar dari kesepakatan nuklir dengan kekuatan dunia pada 2015.

"Jika mereka terus melanggar kesepakatan Wina, maka ya, dalam jangka pendek, antara satu dan dua tahun, mereka dapat memiliki akses pada senjata nuklir, yang itu bukan pilihan," ujar le Drian pada radio RTL.

Iran secara bertahap mundur dari kesepakatan membatasi pengayaan uranium untuk bahan bakar nuklir sejak Presiden AS Donald Trump menarik mundur AS dari kesepakatan nuklir pada 2018 dan menerapkan kembali berbagai sanksi pada Teheran.

Iran menyatakan langkahnya menjauh dari kesepakatan dapat dicabut jika Washington kembali pada kesepakatan itu dan menghapus semua sanksi yang memutus aliran perdagangan minyak Iran.

Meredanya ketegangan di Timur Tengah menunjukkan upaya Eropa mempengaruhi semua pihak dan menjadi mediator bersama kekuatan Eropa yakni Inggris, Prancis dan Jerman untuk mendesak Iran tetap mematuhi pakta nuklir.

Eropa juga meyakinkan Trump bahwa mereka tak akan tertipu oleh Iran.
(sfn)
Berita Terkait
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, G7 Tegaskan Dukungan untuk Ukraina
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya
IHSG Ambruk 1,88% saat...
IHSG Ambruk 1,88% saat Timur Tengah Membara, 664 Saham Memerah
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Berita Terkini
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
1 jam yang lalu
Baku Tembak Pecah di...
Baku Tembak Pecah di Tepi Barat, 1 Ekstremis Israel Tewas, 4 Warga Palestina Meninggal
3 jam yang lalu
Wali Kota Sadiq Khan...
Wali Kota Sadiq Khan Sebut Netanyahu Pelaku Genosida dan Tidak Diterima di London
3 jam yang lalu
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
4 jam yang lalu
Mesir Desak AS Percepat...
Mesir Desak AS Percepat Pengerahan Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza
5 jam yang lalu
AS Gencarkan Serangan...
AS Gencarkan Serangan di Iran, Houthi Izinkan Kapal-kapal China lewat Selat Bab al-Mandeb
6 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved