Iran Ingin Tangani Sendiri Data Kotak Hitam Pesawat Ukraina

Jum'at, 10 Januari 2020 - 17:30 WIB
Iran Ingin Tangani Sendiri...
Iran Ingin Tangani Sendiri Data Kotak Hitam Pesawat Ukraina
A A A
TEHERAN - Iran ingin mengunduh sendiri data rekaman kotak hitam dari pesawat Ukraina yang jatuh dan menewaskan semua 176 orang di kabin. Pernyataan itu muncul setelah Kanada dan negara lain menuduh pesawat Ukraina itu ditembak jatuh oleh rudal Iran, mungkin secara tak sengaja.

Iran menyangkal menembak jatuh pesawat Boeing 737-800 itu dengan rudal. Teheran menyatakan membutuhkan waktu satu atau dua bulan untuk mengambil informasi dari rekaman data penerbangan dan suara. Jika Iran butuh bantuan, Teheran akan meminta Rusia, Kanada, Prancis atau Ukraina.

"Kami memilih mengunduh kotak hitam di Iran. Tapi jika kami meliaht bahwa kami tak bisa melakukan itu karena kotak itu rusak, maka kami akan meminta bantuan," ungkap Ali Abedzadeh, kepala Organisasi Penerbangan Sipil Iran saat konferensi pers di Teheran.

Tayangan televisi menyatakan informasi dari kotak hitam dapat diunduh dan dianalisa.

"Penyelidikan mungkin membutuhkan satu atau dua tahun," ungkap seorang pejabat penerbangan Iran, dilansir Reuters.

Ukraina menjelaskan pihaknya tidak menutup kemungkinan serangan rudal tapi dugaan itu belum dapat dikonfirmasi. Maskapai Ukraine International Airlines itu terbang dari Teheran menuju Kiev saat mengalami kecelakaan pada Rabu (8/1), saat Iran mewaspadai respon militer AS beberapa jam setelah menembakkan rudal pada target AS di Irak.

Insiden jatuhnya pesawat itu menambah tekanan internasional pada Iran setelah beberapa bulan ketegangan dengan AS dan saling ancam serangan militer. Washington menewaskan satu jenderal Iran pekan lalu dalam serangan drone di Irak sehingga memicu Teheran meluncurkan rudal.

Di media sosial, warga Iran marah pada otoritas yang tidak menutup bandara setelah peluncuran rudal. Banyak penumpang pesawat itu merupakan warga Iran dengan kewarganegaraan ganda.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut intelijen dari Kanada dan sumber lain yang menuduh rudal Iran menjatuhkan pesawat yang di dalamnya ada 63 warga Kanada, meski dia menyatakan, "Itu mungkin tidak sengaja."

"Bukti mengindikasikan pesawat itu ditembak jatuh oleh rudal darat-ke-udara Iran," papar Trudeau.

Prancis siap bergabung Kanada dan negara lain terlibat dalam investigasi itu.
(sfn)
Berita Terkait
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, G7 Tegaskan Dukungan untuk Ukraina
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya
IHSG Ambruk 1,88% saat...
IHSG Ambruk 1,88% saat Timur Tengah Membara, 664 Saham Memerah
Timur Tengah Kembali...
Timur Tengah Kembali Membara! Serangan Drone Iran Menarget Militer AS
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
5 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
9 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
10 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
11 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
12 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
13 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Ingin Serang...
5 Negara Ingin Serang Rusia Mayoritas Terlibat Perang di Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved