Arab Saudi Kutuk Serangan Iran terhadap Pangkalan AS di Irak

Jum'at, 10 Januari 2020 - 11:40 WIB
Arab Saudi Kutuk Serangan...
Arab Saudi Kutuk Serangan Iran terhadap Pangkalan AS di Irak
A A A
RIYADH - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengutuk apa yang mereka sebut sebagai "pelanggaran kedaulatan Irak oleh Iran" setelah Teheran membombardir dua pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak. Serangan Teheran itu sebagai awal dari balas dendam atas pembunuhan jenderal top Iran, Qassem Soleimani, oleh serangan udara Amerika di Baghdad sepekan lalu.

"Kerajaan mencela dan mengutuk pelanggaran Iran terhadap kedaulatan Irak," bunyi pernyataan pemerintah Arab Saudi yang diterbitkan kantor berita negara Saudi, SPA, yang dikutip Jumat (10/1/2020).

Serangan balas dendam Iran melibatkan sekitar 15 rudal. Televisi pemerintah Iran mengklaim sebanyak 80 orang Amerika terbunuh. Namun, Pentagon dan Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa serangan itu tidak menewaskan satu orang pun. (Baca: Jenderal Soleimani Dibunuh, AS dan Iran di Ambang Perang Besar-besaran )

Kecaman Arab Saudi adalah yang pertama yang keluar dari tetangga Irak. Riyadh yang menjadi sekutu Washington telah lama bermusuhan dengan Teheran.

Pada hari Rabu lalu, rudal-rudal Iran menargetkan dua pangkalan Ain al-Asad dan Erbil yang digunakan militer AS dan tentara asing lainnya yang tergabung dalam koalisi internasional anti-ISIS pimpinan Amerika.

Serangan Teheran dikecam oleh perdana menteri, kementerian luar negeri dan Presiden Irak Barham Saleh sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara.

Saleh juga mengatakan bahwa dia menolak upaya untuk mengubah Irak menjadi "medan perang bagi pihak yang bertikai." (Baca: Balas Dendam Iran Dimulai, Pangkalan AS di Irak Dibombardir )

Dalam sepucuk surat kepada PBB setelah serangan rudal itu, Iran mengatakan sepenuhnya menghormati kedaulatan tetangganya, Irak.

Pada hari Kamis Arab Saudi meminta semua pihak untuk menahan diri dan menghindari eskalasi untuk menjaga stabilitas Irak dan kawasan.

Menteri Luar Negeri Saudi Pangeran Faisal bin Farhan pada hari Senin memperingatkan bahwa tingkat eskalasi sudah sangat berbahaya setelah pembunuhan Jenderal Qassem Soleimani oleh serangan pesawat tak berawak AS di Baghdad. (Baca juga: Trump Peringatkan Iran: Rudal AS Besar, Kuat, Akurat dan Mematikan )

Para pakar telah memperingatkan bahwa Arab Saudi dan Uni Emirat Arab rentan terhadap serangan balas dendam Iran.

Saudi sendiri pernah jadi korban serangan pada 14 September 2019 lalu, di mana instalasi minyak terbesarnya diserangan serentetan rudal jelajah dan pesawat nirawak bersenjata. Washington menuduh Iran sebagai pelakunya, namun Teheran membantah terlibat.
(mas)
Berita Terkait
Bertemu, MBS-Menantu...
Bertemu, MBS-Menantu Trump Bahas Proses Perdamaian Timur Tengah
Iran Balik Tuding Arab...
Iran Balik Tuding Arab Saudi Pengacau di Timur Tengah
Raja Salman Suarakan...
Raja Salman Suarakan Keprihatinan Serius atas Kebijakan Destabilisasi Iran
Presiden Raisi Undang...
Presiden Raisi Undang Raja Salman Kunjungi Iran
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Menhan AS Tegaskan Komitmen Bantu Pertahanan Arab Saudi
Timur Tengah Membara!...
Timur Tengah Membara! Rudal Iran Serang Arab Saudi, UEA, Bahrain dan Qatar
Berita Terkini
Hizbullah Tegaskan Terapkan...
Hizbullah Tegaskan Terapkan Gencatan Senjata dengan Israel Segera
1 jam yang lalu
4 Tentara Israel Tewas,...
4 Tentara Israel Tewas, Menteri-menteri Ekstremis Ancam Bakar Seluruh Lebanon, Buka Gerbang Neraka
2 jam yang lalu
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
4 jam yang lalu
Netanyahu Keras Kepala,...
Netanyahu Keras Kepala, Israel Tak akan Mundur dari Lebanon Selatan
5 jam yang lalu
Hizbullah Peringatkan...
Hizbullah Peringatkan Israel Punya Waktu 60 hari untuk Mundur dari Lebanon
6 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved