Takut Rumah Roboh Akibat Gempa, Warga Puerto Rico Tidur di Luar

Kamis, 09 Januari 2020 - 16:01 WIB
Takut Rumah Roboh Akibat...
Takut Rumah Roboh Akibat Gempa, Warga Puerto Rico Tidur di Luar
A A A
GUANICA - Ribuan warga Puerto Rico memilih tidur di luar rumah setelah gempa bumi mengguncang pulau di Karibia itu. Lebih dari setengah warga di pulau berpenduduk 3 juta jiwa itu juga belum mendapat aliran listrik.

Gempa bumi pada Selasa (7/1) itu menghancurkan dan merusak sekitar 300 rumah. Warga takut tidur di dalam rumah karena takut roboh akibat gempa yang terbesar di wilayah itu dalam 102 tahun. Status darurat masih berlaku di wilayah Amerika Serikat (AS) tersebut.

Wilayah selatan pulau itu mengalami dampak terburuk gempa. Puluhan rumah roboh di sejumlah kota seperti Yauco, Guanica dan Guayanilla saat gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) dan gempa susulan 5,6 SR mengguncang.

Sejumlah gempa susulan masih terjadi dan ribuan orang tidur di luar ruangan atau di dalam mobil mereka. "Mengerikan, mengerikan, mengerikan, mengerikan, semua jatuh di atas kami," kata Josefina Pacheco yang lari ke jalan saat gempa mengguncang rumahnya.

"Sungguh sulit melihat sangat banyak rumah di sekitar Anda roboh," ujar dia.

Aliran listrik diperkirakan belum dapat pulih ke seluruh pulau hingga akhir pekan ini karena gempa telah mengakibatkan kerusakan di fasilitas pembangkit listrik utama, Costa Sur Plant, dan terjadi kerusakan infrastruktur listrik lainnya, termasuk tiang dan kabel listrik.

"Akan membutuhkan minimal satu tahun untuk memperbaiki Costa Sur yang menyuplai sekitar sepertiga listrik untuk Puerto Rico," ungkap Kepala badan listrik AEE, Jose Ortiz pada surat kabar El Nuevo Dia.

Sekitar 600.000 dari 1,5 juta konsumen telah mendapat aliran listrik pada Rabu (8/1), naik dari 100.000 konsumen pada Selasa (7/1) malam. Pulau itu baru dapat menghasilkan 955 megawatt listrik, masih kurang dari total kebutuhan 2.300 megawatt.

Pulau itu pernah mengalami pemadaman listrik total setelah badai Maria pada 2017 yang menewaskan hampir 3.000 orang.
(sfn)
Berita Terkait
Serem! 2 Wanita Transgender...
Serem! 2 Wanita Transgender AS Tewas Dibakar di Puerto Rico
Gigantic Jets, Fenomena...
Gigantic Jets, Fenomena Kilat Langka di Langit Puerto Rico
Pemerintah Kota Loiza,...
Pemerintah Kota Loiza, Puerto Rico Mulai Mengevakuasi Warganya Saat Badai Fiona Melanda
5 Negara yang Kekurangan...
5 Negara yang Kekurangan Jumlah Anak Kecil, Ini Alasan Warganya
12 Pertarungan Terhebat...
12 Pertarungan Terhebat Sepanjang Masa Petinju Meksiko vs Puerto Rico
Terkonfirmasi, Trump...
Terkonfirmasi, Trump Ingin Tukar Puerto Rico dengan Greenland
Berita Terkini
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
1 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
1 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
2 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
3 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
4 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
5 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved