Timur Tengah Memanas, Menlu Gelar Rakor

Rabu, 08 Januari 2020 - 14:31 WIB
Timur Tengah Memanas,...
Timur Tengah Memanas, Menlu Gelar Rakor
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mengatakan, ia akan melakukan rapat koordinasi guna membahas perkembangan terbaru di Irak-Iran. Seperti diketahui, Iran telah melancarkan serangan balasan dengan membombardir dua pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Irak.

"Kita akan rapat koordinasi karena ada perkembangan terbaru yang terjadi di kawasan Irak-Iran. Kebetulan para Duta Besar Indonesia sedang ada di Jakarta, dan kita akan melakukan rakor dengan Duta Besar kita di Teheran dan Baghdad, serta Perwakilan Tetap (watap) kita di New York," ucap Retno, Jakarta, Rabu (8/1/2020).

"Watap kita di New York adalah yang bertanggung jawab atas pembahasan-pembahasan di PBB terutama di DK PBB. Sehingga kita akan mendengarkan dulu perkembangan terakhirnya apa. Kalau bicara kekhawatiran, kita sangat khawatir terhadap perkembangan situasi saat ini," sambungnya.

Retno mengatakan, kekhawatiran ini sudah disampaikan ke pihak AS dan Iran dengan satu harapan semua pihak yang terkait bisa menahan diri sehingga tidak terjadi eskalasi yang lebih buruk.

"Karena kita tahu kalau terjadi eskalasi, maka dampaknya tidak akan dapat terlokalisir. Dampaknya bisa dirasakan oleh kawasan maupun dunia, termasuk ekonomi dunia yang tanpa eskalasi sudah cukup tertekan saat ini," ujarnya.

Dia lalu mengatakan, tugas lain yang terkait WNI adalah Kemenlu sudah mengeluarkan rilis yang intinya meminta semua WNI yang berada di kawasan tersebut untuk selalu waspada. Retno meminta WNI untuk terus mengikuti informasi yang disampaikan pemerintah setempat terutama yang berkaitan dengan situasi keamanannya.

Retno meminta WNI untuk segera menghubungi KBRI atau KJRI jika membutuhkan bantuan.

"Di rilis tersebut sudah ada hotline Indonesia di wilayah tersebut, tidak hanya di Teheran dan Baghdad, tapi wilayah lainnya juga jika WNI kita membutuhkan bantuan," ungkapnya.

"Kalau berbicara kawasan, jumlah WNI kita ada lebih dari satu juta dan Kemenlu Crisis Center sudah dihidupkan. Nomor teleponnya sudah dimasukkan ke dalam rilis. Contingency plan sudah dimatangkan sejak satu minggu kemarin. Begitu ada kejadian, kita sudah berkoordinasi dengan para Duta Besar kita di luar negeri untuk menyusun contingency plan demi mengantisipasi jika terjadi peningkatan eskalasi," paparnya.
(ian)
Berita Terkait
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, WNI di Iran, Israel dan Palestina Diminta Waspada
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Elon Musk Bertekad Damaikan...
Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
6 Alasan Amerika Serikat...
6 Alasan Amerika Serikat Takut pada Potensi Senjata Nuklir Iran
Berita Terkini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
1 jam yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
2 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
3 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
3 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
4 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved