71% Warga AS Yakin Perang dengan Iran Segera Terjadi

Rabu, 08 Januari 2020 - 11:01 WIB
71% Warga AS Yakin Perang...
71% Warga AS Yakin Perang dengan Iran Segera Terjadi
A A A
WASHINGTON - Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) yang telah dewasa memperkirakan negara itu akan berperang dalam waktu dekat melawan Iran.Selain itu, semakin banyak warga AS yang mengkritik cara Presiden AS Donald Trump dalam menangani isu Iran setelah Trump memerintahkan membunuh jenderal Iran Qassem Soleimani.
Perkembangan itu terungkap dalam hasil survei Reuters/Ipsos yang dirilis Selasa (7/1) waktu setempat.

"Sebanyak 71% warga AS yakin AS akan berperang dengan Iran dalam beberapa tahun mendatang, naik 20 poin dari survei Mei," ungkap hasil survei pada 3-6 Januari.

Survei menemukan 27% responden berpendapat AS harus menyerang terlebih dulu, naik 15 poin dari survei Mei. Sebanyak 41% menyatakan AS tidak boleh menyerang lebih dulu dan 33% menyatakan tidak tahu.

Warga AS juga semakin banyak yang mengkritik Trump dalam menangani isu Iran. "Sebanyak 53% orang dewasa di AS 'tidak setuju' dengan cara Trump menangani Iran, meningkat sekitar 9% dari survei sebelumnya pada Desember," ungkap laporan hasil survei tersebut.

"Jumlah orang dewasa yang 'sangat tidak setuju' dengan aksi Trump di Iran sebanyak 39%, naik 10 poin dari survei Desember," papar survei itu.

Respon itu beragam dari berbagai kalangan, dengan tingkat ketidaksetujuan naik selama bulan lalu di kalangan pendukung Partai Demokrat dan independen. Meski demikian, data tidak berubah untuk para pendukung Partai Republik.

"Sekitar sembilan dari 10 pendukung Partai Demokrat dan lima dari 10 kalangan independen tidak setuju dengan aksi Trump di Iran. Di kalangan Republik, satu dari 10 tidak setuju. Satu dari 10 Demokrat, empat dari 10 independen dan delapan dari 10 Republik setuju dengan cara Trump menangani Iran," ungkap hasil survei itu.

Survei yang digelar 6-7 Januari itu setelah Trump memerintahkan serangan drone yang menewaskan Soleimani dan meningkatkan ketegangan di kawasan. Parlemen Irak menyerukan pasukan AS ditarik keluar dari negara itu. Puluhan ribu pelayat di jalanan Iran meneriakkan "Kematian untuk Amerika!"

Trump berdalih serangan itu bertujuan menghentikan perang dengan Iran. Trump mengancam menyerang berbagai lokasi budaya Iran jika Teheran membalas serangan drone itu.

Menurut survei, popularitas Trump tetap stabil setelah serangan terhadap Soleimani, dengan 41% setuju dengan kinerjanya dan 54% tidak setuju.
(sfn)
Berita Terkait
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, G7 Tegaskan Dukungan untuk Ukraina
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Warga Rusia Diminta Tak ke Sana
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, S&P: Ekonomi Global Masuki Masa Berbahaya
IHSG Ambruk 1,88% saat...
IHSG Ambruk 1,88% saat Timur Tengah Membara, 664 Saham Memerah
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Menhan AS Tegaskan Komitmen Bantu Pertahanan Arab Saudi
Berita Terkini
5 Negara yang Mampu...
5 Negara yang Mampu Membuat Jet Tempur Sendiri, Ada yang Produksinya Mencapai Ratusan Unit per Tahun
32 menit yang lalu
Rudal Iran Guncang Israel,...
Rudal Iran Guncang Israel, Trump: Netanyahu Tak Boleh Balas Dendam
55 menit yang lalu
IRGC Serang 3 Pangkalan...
IRGC Serang 3 Pangkalan Militer Zionis, Israel Gempur 5 Kota Iran
1 jam yang lalu
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
1 jam yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
3 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
4 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved