Lebih dari 61.000 Orang Hilang dalam Perang Narkoba Meksiko
Selasa, 07 Januari 2020 - 13:01 WIB
Lebih dari 61.000 Orang Hilang dalam Perang Narkoba Meksiko
A
A
A
MEXICO CITY - Pemerintah Meksiko merevisi jumlah warganya yang dinyatakan hilang selama perang narkoba menjadi lebih dari 61.000 orang. Jumlah tersebut naik hingga 50% dari data sebelumnya.
Sebagian besar korban hilang itu menjadi korban dalam perang antara pemerintah dan berbagai kartel narkoba berpengaruh yang memicu kekerasan lebih luas.
Data terbaru itu dirilis pemerintahan sayap kiri Presiden Andres Manuel Lopez Obrador yang baru menjabat satu tahun. Data itu lebih banyak dibandingkan laporan pemerintah pada Juni yang menyatakan 40.000 orang hilang selama perang narkoba.
"Data resmi orang hilang sebanyak 61.637 orang," ungkap Karla Quintana, kepala Register Nasional Orang Hilang (RNPED) saat konferensi pers.
Dia menjelaskan, sebanyak 25,7% orang hilang itu adalah perempuan. Lebih dari 97,4% hilang sejak 2006, saat pemerintahan saat itu yang dipimpin Presiden Felipe Calderon mengirim tentara ke jalanan untuk memerangi para pengedar narkoba hingga membuat sejumlah kartel terpecah.
Situasi itu semakin mempersulit upaya pemerintah dalam perang narkoba karena kartel-kartel terpecah menjadi lebih banyak.
Keluarga korban hilang selama perang narkoba itu telah frustrasi dan tak banyak berharap bahwa keluarganya yang hilang akan ditemukan kembali dalam keadaan hidup.
Sebagian besar korban hilang itu menjadi korban dalam perang antara pemerintah dan berbagai kartel narkoba berpengaruh yang memicu kekerasan lebih luas.
Data terbaru itu dirilis pemerintahan sayap kiri Presiden Andres Manuel Lopez Obrador yang baru menjabat satu tahun. Data itu lebih banyak dibandingkan laporan pemerintah pada Juni yang menyatakan 40.000 orang hilang selama perang narkoba.
"Data resmi orang hilang sebanyak 61.637 orang," ungkap Karla Quintana, kepala Register Nasional Orang Hilang (RNPED) saat konferensi pers.
Dia menjelaskan, sebanyak 25,7% orang hilang itu adalah perempuan. Lebih dari 97,4% hilang sejak 2006, saat pemerintahan saat itu yang dipimpin Presiden Felipe Calderon mengirim tentara ke jalanan untuk memerangi para pengedar narkoba hingga membuat sejumlah kartel terpecah.
Situasi itu semakin mempersulit upaya pemerintah dalam perang narkoba karena kartel-kartel terpecah menjadi lebih banyak.
Keluarga korban hilang selama perang narkoba itu telah frustrasi dan tak banyak berharap bahwa keluarganya yang hilang akan ditemukan kembali dalam keadaan hidup.
(sfn)