Iran Sebut Pembunuhan Soleimani Bentuk Terorisme Amerika

Senin, 06 Januari 2020 - 19:56 WIB
Iran Sebut Pembunuhan...
Iran Sebut Pembunuhan Soleimani Bentuk Terorisme Amerika
A A A
JAKARTA - Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyebut serangan terhadap pemimpin Brigade Quds Garda Revolusi Iran (IRGC), Qassem Soleimani sebagai aksi terorisme negara. Diketahui, Soleimani tewas dibom drone Amerika Serikat (AS) saat melakukan kunjungan ke Irak, Jumat 3 Januari 2020 lalu.
Dalam pernyataan tertulisnya, Kedutaan Besar Iran di Jakarta mengatakan, Soleimani bersama dengan Wakil Komandan Hashd al-Shaabi Irak, Abu Mahdi al-Muhandis mati syahid dalam serangan tersebut.
"Kami menyampaikan belasungkawa atas pembunuhan syahid Qasem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis sebagai tokoh-tokoh anti terorisme kepada Pemimpin Agung, warga Iran, dan seluruh komunitas internasional termasuk masyarakat Indonesia," kata Kedutaan Besar Iran dalam sebuah pernyataan pers yang diterima SINDOnews, Senin (6/1/2020).
Kedutaan Besar Iran mengutuk keras serangan AS tersebut. Mereka menyebut, jasa, pengorbanan, keberanian, dan keahlian Soleimani dalam memerangi ISIS serta kelompok teroris lain di Suriah dan Irak merupakan bagian dari sejarah kontemporer yang tak akan terlupakan.
"Tindakan keji ini adalah serangan teror terhadap pejabat resmi Iran dan merupakan bentuk nyata dari aksi terorisme yang berbasis pemerintahan/terorisme negara. Tindakan biadab ini juga adalah pelanggaran yang luas terhadap berbagai peraturan internasional dan piagam PBB," ungkapnya.
Apalagi berdasarkan pernyataan pejabat tinggi Irak, pembunuhan terhadap Soleimani dilakukan saat yang bersangkutan berkunjung ke Bagdad sebagai tamu resmi Negara. Artinya tindakan ini merupakan sebuah pelanggaran kedaulatan negara Irak sebagai negara yang berdaulat.
Kedutaan Iran juga menjelaskan, tindakan yang dilakukan atas konsultasi dan provokasi Israel adalah sebuah kesalahan strategis yang akan berujung pada peningkatan rasa ketidakamanan di kawasan Timur Tengah.
Aksi ini juga bertentangan dengan komitmen internasional AS dalam memerangi terorisme. Alasannya AS dengan tindakan kejinya sedang melawan orang-orang dan pihak-pihak yang berperang dengan kelompok teroris.
Lebih lanjut, Kedutaan Iran menegaskan, tewasnya Soleimani tidak menghentikan perlawanan terhadap terorisme dan ekstremisme di Timur Tengah. Sebaliknya, peristiwa ini akan memperkuat pohon muqawama di kawasan dan dunia.
“Iran akan mengerahkan seluruh kapasitas politik, hukum dan internasionalnya untuk membalas teror jahat ini. Iran tidak akan terpancing oleh perkembangan situasi dan akan memberikan pembalasan yang tegas pada waktu dan tempat yang diharapkannya," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
1 jam yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
2 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
3 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
4 jam yang lalu
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
4 jam yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
6 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved