Habisi Jenderal Soleimani, AS Tak Konsultasi dengan Saudi

Senin, 06 Januari 2020 - 09:14 WIB
Habisi Jenderal Soleimani,...
Habisi Jenderal Soleimani, AS Tak Konsultasi dengan Saudi
A A A
RIYADH - Amerika Serikat (AS) tidak berkonsultasi dengan Arab Saudi dalam meluncurkan serangan udara yang menewaskan jenderal top Iran, Qassem Soleimani. Kerajaan yang dipimpin Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud itu sedang berupaya meredakan ketegangan regional yang telah memanas.

"Kerajaan Arab Saudi tidak (dimintai) konsultasi mengenai serangan AS," kata seorang pejabat Kerajaan Arab Saudi kepada AFP, yang meminta ditulis anonim.

"Mengingat perkembangan pesat, kerajaan menekankan pentingnya melakukan pengekangan diri untuk menjaga terhadap semua tindakan yang dapat menyebabkan eskalasi, dengan konsekuensi parah," lanjut pejabat tersebut, yang dilansir Senin (6/1/2020). (Baca: AS Bunuh Jenderal Soleimani, Saudi Minta Semua Pihak Tahan Diri )

Para analis sebelumnya memperingatkan bahwa Arab Saudi rentan menjadi target balas dendam Iran atas kematian Jenderal Soleimani, komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Serangan rudal Hellfire via drone MQ-9 Reaper Amerika di Bandara Internasional Bagdad pada Jumat dini hari lalu tak hanya menewaskan Soleimani. Komandan milisi Syiah Irak, Abu Mahdi al-Muhandis dan beberapa milisi lainnya juga tewas.

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga menyerukan semua pihak untuk menahan diri. Raja Salman dalam pembicaraan telepon dengan Presiden Irak Barham Saleh menekankan perlunya langkah-langkah untuk meredakan ketegangan.

Dalam panggilan telepon secara terpisah dengan Perdana Menteri Irak Adel Abdel Mahdi, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman menekankan perlunya melakukan upaya untuk menenangkan situasi dan mengurangi ketegangan. (Baca juga: Kata Analis, Sekutu AS Takut Jadi Target Balas Dendam Iran )

Putra Mahkota telah menginstruksikan Pangeran Khalid bin Salman—adik laki-lakinya yang juga Wakil Menteri Pertahanan—untuk melakukan perjalanan ke Washington dan London dalam beberapa hari ke depan untuk mendesak pengekangan diri. Laporan tentang instruksi calon raja Saudi itu telah dipublikasikan surat kabar Asharq al-Awsat.

Menurut surat kabar tersebut, pangeran Khalid dijadwalkan akan bertemu dengan para pejabat Gedung Putih dan pejabat Pentagon.

Pembunuhan Soleimani—digambarkan sebagai salah satu jenderal terkuat Iran—adalah eskalasi yang paling dramatis antara Washington dan Teheran. Pembunuhan itu telah memicu kekhawatiran akan terjadinya perang besar-besaran di Timur Tengah.
(mas)
Berita Terkait
13 Rudal dan Drone Iran...
13 Rudal dan Drone Iran yang Bisa Hapus Pangkalan AS di Timur Tengah dari Peta
Bertemu, MBS-Menantu...
Bertemu, MBS-Menantu Trump Bahas Proses Perdamaian Timur Tengah
Digagalkan, Serangan...
Digagalkan, Serangan Drone Bersenjata ke Pangkalan Militer AS di Irak
Timur Tengah Membara,...
Timur Tengah Membara, Menhan AS Tegaskan Komitmen Bantu Pertahanan Arab Saudi
Disurati Trump dengan...
Disurati Trump dengan Ancaman Aksi Militer, Ini Respons Ayatollah Khamenei
Terungkap, Keluarga...
Terungkap, Keluarga Kerajaan Saudi Beri Menantu Trump Hadiah Senilai Rp681 Juta
Berita Terkini
Setelah 4 Bulan Berperang,...
Setelah 4 Bulan Berperang, Ini 7 Hal yang Membuat Iran Lebih Kuat
1 jam yang lalu
Berlatih di Tijuana,...
Berlatih di Tijuana, Timnas Iran Dikawal 300 Pasukan Elite Meksiko
3 jam yang lalu
Jika Dicairkan, Aset...
Jika Dicairkan, Aset Beku Iran Jadi Oksigen Segar untuk Kebangkitan Ekonomi Iran
5 jam yang lalu
Militerisasi Jepang...
Militerisasi Jepang dan Bahaya Radiasi Radio Aktif
6 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Israel, IDF Bombardir Lebanon
6 jam yang lalu
Inggris Caplok Armada...
Inggris Caplok Armada Bayangan Rusia, Akankah Picu Perang Besar?
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved