Trump: AS Habisi Jenderal Iran Bukan untuk Memulai Perang

Sabtu, 04 Januari 2020 - 07:27 WIB
Trump: AS Habisi Jenderal...
Trump: AS Habisi Jenderal Iran Bukan untuk Memulai Perang
A A A
MAR-A-LAGO - Presiden Donald John Trump mengakui bahwa dia yang memerintahkan serangan udara Amerika Serikat (AS) yang menewaskan Jenderal Qassem Soleimani , komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran. Dia mengatakan serangan itu untuk menghentikan perang, bukan untuk memulai perang dengan Teheran.

"Soleimani merencanakan serangan segera dan seram terhadap para diplomat dan personel militer Amerika, tetapi kami menangkapnya dalam tindakan itu dan menghentikannya," kata Trump, dalam pidatonya di Mar-a-lago, Florida, hari Jumat waktu setempat, seperti dikutip Reuters, Sabtu (4/1/2020).

"Di bawah kepemimpinan saya, kebijakan Amerika tidak ambigu bagi para teroris yang melukai atau berniat untuk menyakiti orang Amerika. Kami akan menemukan Anda, kami akan melenyapkan Anda. Kami akan selalu melindungi para diplomat, anggota layanan kami—semua orang Amerika dan sekutu kami," ujarnya. (Baca: Jenderal Soleimani Iran Tewas Diserang AS di Bandara Baghdad )

Pemimpin Gedung Putih ini lantas merinci apa yang dia sebut sebagai daftar kejahatan IRGC dan Pasukan Quds di bawah kendali Soleimani.

"Selama bertahun-tahun Korps Garda Revolusi Islam dan Pasukan Quds yang kejam di bawah kepemimpinan Soleimani telah menargetkan, melukai, dan membunuh ratusan warga sipil dan prajurit Amerika. Soleimani menjadikan kematian orang-orang tak berdosa dengan hasratnya yang sakit, berkontribusi pada plot teroris sejauh jauhnya seperti New Delhi dan London," paparnya.

Kendati AS telah membunuh jenderal top Iran, Trump menegaskan bahwa dia tidak berniat untuk menggulingkan rezim yang berkuasa di negara para Mullah tersebut.

"Apa yang dilakukan Amerika Serikat kemarin seharusnya telah dilakukan jauh sebelumnya—banyak nyawa akan diselamatkan. Kami tidak mencari perubahan rezim, namun, agresi rezim Iran di wilayah tersebut, termasuk penggunaan petempur proksi untuk mendestabilisasi negara-negara tetangganya harus berakhir dan (penghentian agresi Iran) tidak boleh berakhir. Masa depan adalah milik rakyat Iran—mereka yang mencari koeksistensi dan kerja sama damai, bukan panglima perang teroris yang menjarah negaranya untuk membiayai pertumpahan darah di luar negeri," imbuh Trump.

"Amerika Serikat memiliki militer terbaik sejauh ini...jika orang Amerika di mana saja terancam, kami memiliki semua target itu sepenuhnya diidentifikasi dan saya siap dan siap untuk mengambil tindakan apa pun yang diperlukan dan yang secara khusus mengacu pada Iran," paparnya. (Baca juga: Jenderal Soleimani Dibunuh, AS dan Iran di Ambang Perang Besar-besaran )

Trump tidak merespons pertanyaan dari wartawan setelah menyampaikan pidatonya. Beberapa saat sebelumnya, ada informasi bahwa Departemen Luar Negeri AS telah menunjuk kelompok milisi Syiah Irak, Asa'ib Ahl al-Haq (AAH) sebagai organisasi teroris asing, dan dua pemimpin kelompok itu, yaitu dua bersaudara Qays dan Laith al-Khazali sebagai teroris global yang ditunjuk secara khusus.

Beberapa jam setelah serangan udara, Departemen Pertahanan AS mengeluarkan sebuah rilis yang menyatakan bahwa serangan di dekat Bandara Internasional Baghdad kemarin ditujukan untuk menghalangi rencana serangan Iran di masa depan.
(mas)
Berita Terkait
Disurati Trump dengan...
Disurati Trump dengan Ancaman Aksi Militer, Ini Respons Ayatollah Khamenei
Khamenei Sebut Perang...
Khamenei Sebut Perang Timur Tengah Pecah Jika AS Menginvasi Iran, Ini Respons Trump
Trump Kecam Harris Asyik...
Trump Kecam Harris Asyik Berpesta saat Timur Tengah Membara
Dalih Iran usai 11 Kapalnya...
Dalih Iran usai 11 Kapalnya Kepung Beberapa Kapal Perang AS
Trump Klaim Iran Ingin...
Trump Klaim Iran Ingin Menjadikannya Pemimpin Tertinggi Penerus Ayatollah Khamenei
11 Kapal Iran Kepung...
11 Kapal Iran Kepung Beberapa Kapal Perang AS dalam Jarak 9 Meter
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
5 jam yang lalu
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
6 jam yang lalu
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
7 jam yang lalu
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
8 jam yang lalu
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
9 jam yang lalu
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
10 jam yang lalu
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved