AS: Kami Tidak Ingin Meningkatkan Ketegangan dengan Iran

Selasa, 31 Desember 2019 - 20:41 WIB
AS: Kami Tidak Ingin...
AS: Kami Tidak Ingin Meningkatkan Ketegangan dengan Iran
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) tidak berusaha untuk meningkatkan konfliknya dengan Iran. Washington mengatakan, serangan di Irak dan Suriah, yang menargetkan apa yang disebut kelompok proxy Iran, ditujukan untuk memperingatkan Teheran, bahwa AS tidak akan tinggal diam jika diserang.

Wakil Menteri Luar Negeri AS, David Schenker mengatakan, serangan akhir terhadap pangkalan milisi Kataib Hezbollah adalah pesan ke Iran setelah AS berbulan-bulan "menahan diri" untuk merespon setiap serangan yang ada.

Schenker mengatakan, serangan itu, yang dilaporkan menewaskan 25 orang, adalah untuk membalas kematian kontraktor sipil AS di Kirkuk, dalam serangan roket yang dilakukan Kataib Hizbullah.

Kami pikir penting untuk mencapai target yang signifikan yang ditetapkan untuk mengirim pesan yang sangat jelas kepada mereka tentang seberapa serius kami mengambil nyawa orang Amerika," kata Schenker dalam sebuah pernyataan.

"Ini adalah respons yang serius, tetapi, saya pikir dalam banyak hal, proporsional. Kami tidak ingin eskalasi di sini, kami ingin mengurangi ketegangan," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (31/12/2019).

Sementara itu, Brian Hook, Perwakilan Khusus Kementerian Luar Negeri AS untuk Iran, mengatakan Washington telah menahan diri untuk tidak menanggapi meskipun serangkaian serangan terkait dengan Iran, termasuk 11 serangan roket terhadap AS dan instalasi koalisi di Irak sejak Oktober.

"Kami sangat berharap bahwa Iran tidak akan salah menghitung dan membingungkan sikp menahan diri kamo sebagai kelemahan. Tetapi setelah begitu banyak serangan, penting bagi presiden untuk mengarahkan angkatan bersenjata untuk merespons dengan cara yang akan dipahami oleh rezim Iran. Kami tidak akan mentolerir serangan terhadap warga AS, militer kami atau mitra dan sekutu kami di kawasan ini," ucap Hook.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
10 menit yang lalu
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
2 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
3 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
3 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
4 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
4 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved