Sistem UNHCR Libya Kacau Balau, Pencari Suaka Kesulitan

Selasa, 31 Desember 2019 - 06:42 WIB
Sistem UNHCR Libya Kacau...
Sistem UNHCR Libya Kacau Balau, Pencari Suaka Kesulitan
A A A
TRIPOLI - Komisioner Tinggi Perserikatan Bangsa Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) Libya kewalahan menangani puluhan ribu pengungsi dan pencari suaka. Mereka bahkan kekurangan dana untuk tetap melanjutkan program kesehatan yang semestinya diterima pengungsi sehingga akses kesehatan tersendat.

“Kehidupan para pengungsi di sini benar-benar sangat sulit. Apa yang dapat kami lakukan juga sangat terbatas,” ujar Juru Bicara (Jubir) UNHCR Libya, Charlie Yaxley. Libya merupakan titik keberangkatan sebagian besar perahu yang berupaya melintasi Laut Mediterania menuju Italia sehingga kondisinya semrawut.

Sebagian pengungsi dan pencari suaka mengaku harus menyogok petugas untuk mempercepat proses klaim suaka di pusat penahanan. Mereka terdesak dan sangat rentan dieksploitasi kelompok milisi. Kondisi buruk di dalam pusat penahanan memaksa UNHCR memprioritaskan mereka untuk segera diproses.

Hal itu mendorong pengungsi dan pencari suaka yang masih berada di luar untuk menyogok para petugas UNHCR. Mantan pegawai menuduh UNHCR terburuk di kawasan Afrika. Banyak pengungsi dan pencari suaka yang terdampar tanpa memiliki tempat tinggal. Mereka kehilangan akses kesehatan dan hukum.

Pencari suaka Asyas yang menderita tuberkulosis (TBC) mengaku dikeluarkan dari rumah sakit oleh mitra UNHCR, International Medical Corps (IMC), dan kini tinggal sendirian di rumahnya di Tripoli. “Saya kini hanya menunggu ajal menjemput,” kata Asyas. Menurut pihak rumah sakit, biaya pengobatan TBC amat mahal.

Pencari suaka menaruh harapan besar kepada UNHCR untuk membantu mereka keluar dari krisis. Satu keluarga asal Sudan, termasuk bayi, tinggal di gudang yang sudah tidak dipakai selama berbulan-bulan di Al-Riyadiya, Tripoli. Mereka lalu diusir dan kini tinggal dan menanti di depan community day ventre UNHCR.

Kondisi itu kian sulit mengingat Libya tidak memiliki payung hukum yang kuat sejak perang berkecamuk pada 2011. Saat ini, Libya dikuasai berbagai kelompok milisi yang berebut kekuasaan dan pasar perdagangan manusia. Mereka bahkan menguasai dan mengoperasikan pusat penahanan secara diam-diam.

Pengungsi dari Somalia, Amina, yang kini tinggal di Triq al-Sikka, Tripolli, mengaku menyogok petugas untuk dapat masuk ke pusat penahanan dan berharap segera dievakuasi. Pengungsi lain juga menyogok petugas di Fasilitas Keberangkatan UNHCR. Mereka rata-rata mengeluarkan uang sebesar 2000 dinar (Rp 6,7 juta).

“UNHCR akan menindak tegas orang-orang yang melakukan kesalahan fatal. Setiap tuduhan yang sudah kami selidiki dan dapat dibuktikan, pelakunya tidak akan kami toleransi,” ujar Yaxley. “Kami sangat mendorong seluruh korban untuk menghungi kami langsung atau menuju Kantor Inspektur Jenderal,” tambahnya.
(don)
Berita Terkait
Profil Muammar Gaddafi,...
Profil Muammar Gaddafi, Pemimpin Libya Terlama yang Berakhir Digulingkan dan Dibunuh
Apa Pemicu Banjir di...
Apa Pemicu Banjir di Libya yang Menewaskan 20.000 Orang?
2 Ancaman Korban Banjir...
2 Ancaman Korban Banjir di Libya, Kekurangan Air Bersih dan Mengungsi ke Wilayah Ranjau Darat
Lebih dari 7.000 Tentara...
Lebih dari 7.000 Tentara Bayaran Rusia Masih Bercokol di Libya
Penjaga Tembak Mati...
Penjaga Tembak Mati 6 Migran di Fasilitas Penahanan Tripoli
Putra Muammar Gaddafi...
Putra Muammar Gaddafi Daftarkan Diri sebagai Calon Presiden Libya
Berita Terkini
Prancis Kerahkan Kapal...
Prancis Kerahkan Kapal Pemburu Ranjau di Selat Hormuz
55 menit yang lalu
Iran dan Oman Selesaikan...
Iran dan Oman Selesaikan Kesepakatan Hormuz, Tanpa Peran AS pada Masa Depan Selat
1 jam yang lalu
Wakil Menlu Arab Saudi...
Wakil Menlu Arab Saudi dan Keluarga Nasrallah Hadiri Pemakaman Khamenei
2 jam yang lalu
IAEA Yakin Persediaan...
IAEA Yakin Persediaan Uranium yang Diperkaya Masih Tersimpan di Fasilitas Nuklir Iran
10 jam yang lalu
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
11 jam yang lalu
Gelombang Panas Terus...
Gelombang Panas Terus Terjadi, Warga Prancis Serbu Supermarket, Berebut Beli AC
12 jam yang lalu
Infografis
Sistem Misil S-400 Rusia...
Sistem Misil S-400 Rusia Tembak Jatuh 8 Rudal ATACMS Amerika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved