Jerman Harus Balas Sanksi AS untuk Tunjukkan Kredibilitas

Minggu, 29 Desember 2019 - 20:10 WIB
Jerman Harus Balas Sanksi...
Jerman Harus Balas Sanksi AS untuk Tunjukkan Kredibilitas
A A A
BERLIN - Jerman harus menjatuhkan sanksi terhadap Amerika Serikat (AS), jika tidak maka kemerdekaannya akan berkurang. Hal itu disampaikan pengamat energi terkemuka Jerman, Stephan Kohler.

Menurut Kohler, ada dua alasan AS menjatuhkan sanksi terhadap program pipa gas yang digagas Rusia dan Jerman. Pertama, AS tertarik untuk menjual LNG-nya ke Eropa. Namun, kondisi harga saat ini menunjukkan bahwa LNG dari Rusia atau Qatar lebih murah daripada dari AS. Artinya, AS tidak kompetitif dalam hal ini.

"Yang saya temukan jauh lebih menarik adalah aspek politik. Saya pikir, orang Amerika tidak tertarik pada Eropa dan Rusia semakin dekat. Inilah sebabnya mengapa sanksi tersebut diperkenalkan: untuk lebih mendorong gejolak politik antara Eropa dan Rusia,” kata Kohler, seperti dilansir Sputnik.

Menurutnya, sanksi itu didorong dengan cepat setelah para pemimpin Rusia, Jerman, Prancis, dan Ukraina membuat kemajuan pada pertemuan Format Normandia di Paris.

"Saat ini mereka fokus pada sanksi. Itulah, di samping kepentingan ekonomi, ada di atas semuanya, kepentingan politik AS: mereka ingin sangat mengganggu pemulihan hubungan antara Rusia dan Uni Eropa," kata pria yang pernah menjabat sebagai kepala badan energi Jerman, DENA itu.

Kohler menggambarkan sanksi AS terhadap Nord Stream 2 sebagai sesuatu yang parah, tetapi tidak tragis. "Ini adalah dampak spesifik pada Nord Stream 2. Saya pikir Nord Stream 2 akan selesai, tetapi pekerjaan konstruksi akan melambat dan membutuhkan waktu lebih lama," ujarnya.

Menurut Kohler, orang juga harus ingat bahwa Rusia akan menanggapi sanksi AS, yang pada gilirannya akan menyebabkan ketegangan politik, konsekuensi yang belum dapat diprediksi.

Berbicara tentang reaksi politisi Jerman dan Eropa, Kohler mencatat bahwa ia merasa takut bahwa banyak politisi Jerman dan Eropa mengatakan bahwa mereka tidak menerima bahwa campur tangan AS dalam kebijakan energi Jerman dan Eropa melalui sanksi.

“Nord Stream 2 adalah proyek yang disetujui dengan segala cara hukum. Politisi secara lisan mengutuk tindakan AS, tetapi reaksi keras terhadap AS sekarang diperlukan. Eropa tidak dapat membiarkan Amerika Serikat melanggar prinsip-prinsip hukum, hanya mengejar kepentingan ekonomi dan politiknya sendiri. Jerman harus menjatuhkan sanksi terhadap AS, jika tidak, kita akan kehilangan kemerdekaan,” tegas Kohler.

Menurutnya, perjanjian pengiriman gas baru-baru ini antara Rusia dan Ukraina, yang dicapai dengan mediasi Jerman dan UE, menunjukkan perkembangan yang baik dalam hubungan antar negara. Ini bisa diramalkan setelah pertemuan Format Normandia di Paris; dan Vladimir Putin, selama konferensi persnya yang besar pada akhir tahun ini, sekali lagi menegaskan bahwa akan ada pengiriman gas dari Rusia ke Eropa melalui Ukraina.

“Kami berada di jalur yang benar dalam hubungan kami. Tentu saja, Amerika ingin menghentikannya. Tidak ada alasan untuk sanksi AS ini sama sekali, itu adalah kesewenang-wenangan murni untuk mengganggu pemulihan hubungan politik antara Eropa dan Rusia," jelasnya.
(esn)
Berita Terkait
Jerman Beli 60 Helikopter...
Jerman Beli 60 Helikopter Chinook dari Boeing Amerika Serikat
Menlu Amerika Serikat...
Menlu Amerika Serikat Blinken ke Qatar dan Jerman Bahas Afghanistan
5 Negara NATO dengan...
5 Negara NATO dengan Militer Terkuat Jika Amerika Serikat Keluar, Siapa Saja?
Jerman Mengaku Belum...
Jerman Mengaku Belum Diberitahu AS Soal Rencana Penarikan Pasukan
Merkel: AS Tak Bisa...
Merkel: AS Tak Bisa Lagi Diandalkan, UE Harus Bentuk Sistem Pertahanan Sendiri
Trump Menyetujui Rencana...
Trump Menyetujui Rencana Penarikan 9.500 Pasukan AS dari Jerman
Berita Terkini
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
42 menit yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
1 jam yang lalu
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
2 jam yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
3 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
4 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved