Kepolisian Jepang Temukan Sisa Jasad di Perahu Kayu dari Korut
Sabtu, 28 Desember 2019 - 22:31 WIB
Kepolisian Jepang Temukan Sisa Jasad di Perahu Kayu dari Korut
A
A
A
TOKYO - Kepolisian Jepang menemukan sisa jasad sekitar lima orang di sebuah perahu kayu, Sabtu (28/12). Perahu itu diduga berasal dari wilayah Korea Utara (Korut) dan ditemukan di pantai pulau Sado, Jepang.
“Kepolisian menemukan perahu itu sekitar pukul 9.30 pagi di pulau Sado, lepas pantai wilayah Niigata, Jepang,” ungkap pejabat Penjaga Pantai Jepang Kei Chinen. Kepolisian Jepang menemukan kepala dua orang, serta lima tubuh manusia. Penyebab kematian para korban masih diselidiki.
Para pejabat belum mengonfirmasi apakah kepala-kepala itu milik lima tubuh tersebut atau dari dua orang lainnya. Perahu itu memiliki huruf dan angka yang ditulis dalam bahasa Korea di bagian luarnya.
Seorang personel polisi melihat perahu kayu itu pada Jumat (27/12) siang. Kepolisian menunggu hingga Sabtu (28/12), sebelum naik ke atasnya karena cuaca yang tidak stabil.
“Penemuan itu merupakan yang kedua kali sejak bulan lalu, saat satu perahu kayu tersapu ke pantai pulau Sado,” papar Chinen.
Penemuan ini menambah masalah bagi Jepang dan Korea Selatan (Korsel) yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara. Itu artinya, investigasi sulit dilakukan untuk memastikan identitas korban dalam setiap penemuan perahu kayu berisi jasad.
Saat ini, ketegangan meningkat di Semenanjung Korea terkait proses perundingan denuklirisasi yang terhenti. Sementara Korut sendiri telah beberapa kali melakukan uji tembak rudal.
“Kepolisian menemukan perahu itu sekitar pukul 9.30 pagi di pulau Sado, lepas pantai wilayah Niigata, Jepang,” ungkap pejabat Penjaga Pantai Jepang Kei Chinen. Kepolisian Jepang menemukan kepala dua orang, serta lima tubuh manusia. Penyebab kematian para korban masih diselidiki.
Para pejabat belum mengonfirmasi apakah kepala-kepala itu milik lima tubuh tersebut atau dari dua orang lainnya. Perahu itu memiliki huruf dan angka yang ditulis dalam bahasa Korea di bagian luarnya.
Seorang personel polisi melihat perahu kayu itu pada Jumat (27/12) siang. Kepolisian menunggu hingga Sabtu (28/12), sebelum naik ke atasnya karena cuaca yang tidak stabil.
“Penemuan itu merupakan yang kedua kali sejak bulan lalu, saat satu perahu kayu tersapu ke pantai pulau Sado,” papar Chinen.
Penemuan ini menambah masalah bagi Jepang dan Korea Selatan (Korsel) yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara. Itu artinya, investigasi sulit dilakukan untuk memastikan identitas korban dalam setiap penemuan perahu kayu berisi jasad.
Saat ini, ketegangan meningkat di Semenanjung Korea terkait proses perundingan denuklirisasi yang terhenti. Sementara Korut sendiri telah beberapa kali melakukan uji tembak rudal.
(esn)