Bolsonaro Tanda Tangani RUU untuk Atasi Kekerasan di Brasil
Kamis, 26 Desember 2019 - 01:30 WIB
Bolsonaro Tanda Tangani RUU untuk Atasi Kekerasan di Brasil
A
A
A
SAO PAULO - Presiden Brasil Jair Bolsonaro menandatangani Rancangan Undang-undang (RUU) anti-kejahatan yang menerapkan hukuman keras untuk mengatasi kejahatan yang semakin marak. Meski demikian, dia mengeluarkan veto untuk beberapa bagian RUU itu.
Paket RUU anti-kejahatan itu telah disahkan Senat Brasil awal bulan ini. Di dalamnya, RUU itu menerapkan hukuman keras untuk mengatasi korupsi, kejahatan terorganisir dan kekerasan yang dilakukan berbagai geng kriminal. RUU itu juga menyederhanakan hukuman untuk beberapa kasus.
RUU itu menjadi janji utama Bolsonaro dalam kampanye pemilu untuk mengakhiri korupsi dan kejahatan yang semakin marak. Brasil saat ini memiliki tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.
"Naskah akhir yang telah disetujui oleh Presiden membawa kemajuan dalam legislasi anti-kejahatan di negara ini," papar Menteri Kehakiman Brasil Sergio Moro.
Moro merupakan mantan hakim yang terkenal karena memenjarakan beberapa elit pengusaha dan elit politik di Brasil dalam investigasi "Operasi Cuci Mobil" dalam lima tahun terakhir. Dia menyatakan, Bolsonaro mengadopsi beberapa veto yang disarankan Kementerian Kehakiman.
Beberapa veto oleh presiden adalah ketentuan untuk meningkatkan hukuman hingga tiga kali lipat jika kejahatan itu dilakukan atau ditampilkan di jejaring sosial.
RUU itu menghapus pembatasan pada pengumpulan materi genetik hanya pada kasus-kasus kejahatan terhadap nyawa, kebebasan seksual atau kejahatan seksual.
Bolsonaro yang menjanjikan penegakan hukum didukung warga Brasil yang lelah dengan perang antar geng narkoba yang banyak meneror negara itu.
Paket RUU anti-kejahatan itu telah disahkan Senat Brasil awal bulan ini. Di dalamnya, RUU itu menerapkan hukuman keras untuk mengatasi korupsi, kejahatan terorganisir dan kekerasan yang dilakukan berbagai geng kriminal. RUU itu juga menyederhanakan hukuman untuk beberapa kasus.
RUU itu menjadi janji utama Bolsonaro dalam kampanye pemilu untuk mengakhiri korupsi dan kejahatan yang semakin marak. Brasil saat ini memiliki tingkat pembunuhan tertinggi di dunia.
"Naskah akhir yang telah disetujui oleh Presiden membawa kemajuan dalam legislasi anti-kejahatan di negara ini," papar Menteri Kehakiman Brasil Sergio Moro.
Moro merupakan mantan hakim yang terkenal karena memenjarakan beberapa elit pengusaha dan elit politik di Brasil dalam investigasi "Operasi Cuci Mobil" dalam lima tahun terakhir. Dia menyatakan, Bolsonaro mengadopsi beberapa veto yang disarankan Kementerian Kehakiman.
Beberapa veto oleh presiden adalah ketentuan untuk meningkatkan hukuman hingga tiga kali lipat jika kejahatan itu dilakukan atau ditampilkan di jejaring sosial.
RUU itu menghapus pembatasan pada pengumpulan materi genetik hanya pada kasus-kasus kejahatan terhadap nyawa, kebebasan seksual atau kejahatan seksual.
Bolsonaro yang menjanjikan penegakan hukum didukung warga Brasil yang lelah dengan perang antar geng narkoba yang banyak meneror negara itu.
(sfn)