Diancam Ditutup Erdogan, AS Beri Rp1,3 T untuk Upgrade Pangkalan Incirlik

Rabu, 25 Desember 2019 - 11:16 WIB
Diancam Ditutup Erdogan,...
Diancam Ditutup Erdogan, AS Beri Rp1,3 T untuk Upgrade Pangkalan Incirlik
A A A
WASHINGTON - Presiden Recep Tayyip Erdogan mengancam akan menutup dua pangkalan militer Turki yang saat ini digunakan oleh tentara Amerika Serikat (AS), termasuk Pangkalan Udara Incirlik. Kedua pangkalan itu akan ditutup jika Washington nekat menjatuhkan sanksi kepada Ankara terkait pembelian sistem pertahanan rudal S-400 Rusia.

Beberapa hari setelah ancaman Erdogan keluar, Departemen Pertahanan Amerika memberikan kontrak USD95 juta (Rp1,3 triliun) kepada delapan perusahaan Turki untuk meng-upgrade Pangkalan Udara Incirlik.

"(Perusahaan) telah dianugerahi kontrak USD95.000.000, kontrak pesanan tak terbatas/kuantitas tak terbatas untuk desain bangunan, desain parsial dan desain infrastruktur penuh," kata Pentagon dalam situs webnya, yang dikutip Rabu (25/12/2019).

"Pekerjaan akan terdiri dari berbagai disiplin ilmu dalam kategori konstruksi umum untuk fasilitas pangkalan militer Angkatan Udara dan unit pendukung di Turki," lanjut Pentagon.

Kontrak-kontrak ini bukan proyek jangka pendek, karena tanggal penyelesaiannya telah ditetapkan untuk 31 Desember 2024, dan dapat mengindikasikan bahwa Pentagon tidak mempertimbangkan kemungkinan bahwa Turki akan melaksanakan ancamannya untuk menutup dua pangkalan militernya. (Baca: Erdogan Marah, Ancam Tutup Pangkalan Penampung 50 Bom Nuklir AS )

Anggota parlemen AS baru-baru ini memperkenalkan rancangan undang-undang (RUU) bernama "Promoting American National Security and Preventing the Resurgence of ISIS Act". RUU itu menyerukan sanksi ekonomi terhadap Turki atas keputusannya untuk membeli sistem pertahanan udara S-400 Rusia meskipun ada protes dari Washington.

Menanggapi pemberlakuan RUU tersebut, Presiden Erdogan mengancam akan menutup dua pangkalan udara Turki, Incirlik dan Kurecik, jika Washington memutuskan untuk menjatuhkan sanksi terhadap negaranya. Incirlik dilaporkan menampung sekitar 50 senjata nuklir taktis Amerika. Sedangkan Kurecik menjadi tuan rumah stasiun radar peringatan dini.

Kedua negara baru-baru ini sepakat untuk membentuk tim yang dipimpin oleh penasihat keamanan nasional guna menemukan resolusi untuk perselisihan mereka tentang S-400, tetapi sejauh ini pekerjaan mereka belum membuahkan hasil. Pada saat yang sama, Turki terus menolak opsi untuk menyingkirkan sistem rudal canggih itu dengan alasan senjata itu penting untuk pertahanan nasional.
(mas)
Berita Terkait
Erdogan Menantang AS,...
Erdogan Menantang AS, Keukeuh Lanjutkan Boyong S-400 Rusia
Erdogan Nilai Risiko...
Erdogan Nilai Risiko Ketegangan dengan AS Sebanding dengan Pembelian S-400 Rusia
Abaikan Ancaman AS,...
Abaikan Ancaman AS, Erdogan Ingin Beli Banyak S-400 Rusia
Dihukum AS karena S-400...
Dihukum AS karena S-400 Rusia, Erdogan: Berikan Dukungan, Bukan Sanksi
Erdogan: Tes S-400 Rusia,...
Erdogan: Tes S-400 Rusia, Turki Tak Akan Konsultasi dengan AS!
Partainya Erdogan Tolak...
Partainya Erdogan Tolak Usul AS Beli S-400 Rusia dari Turki
Berita Terkini
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
6 jam yang lalu
Pemimpin Hizbullah:...
Pemimpin Hizbullah: Perlawanan Gagalkan Proyek Israel Raya, Perlucutan Senjata Tak akan Disetujui
8 jam yang lalu
AS Siap Mulai Lagi Perang...
AS Siap Mulai Lagi Perang dan Terapkan Kembali Blokade Jika Iran Tidak Patuh
9 jam yang lalu
Trump Bela Kesepakatan...
Trump Bela Kesepakatan Iran: Orang-orang Dungu Itu Iri, Orang Jahat, atau Bodoh
10 jam yang lalu
Ketua Parlemen Tegaskan...
Ketua Parlemen Tegaskan Iran akan Pungut Biaya dari Kapal untuk Layanan di Selat Hormuz
11 jam yang lalu
AS Ternyata Gunakan...
AS Ternyata Gunakan AI Grok Elon Musk untuk Tembakkan 2.000 Rudal ke Iran
13 jam yang lalu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved